Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 21.09 WIB

Belajar dari Kasus Hilangnya Bilqis, Begini Cara Ajari Anak Hadapi Orang Asing agar Tak Diculik

Ilustrasi penculikan anak - Image

Ilustrasi penculikan anak

JawaPos.com - Kasus hilangnya balita, Bilqis, 4, di Makassar yang sempat membuat heboh publik menjadi pengingat bagi para orang tua akan pentingnya mengajarkan anak cara menghadapi orang asing. Kejadian tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan dan pendidikan sejak dini dapat menjadi benteng pertama dalam melindungi anak dari risiko penculikan.

Menurut dr. Mariska Sinjaya, seorang dokter yang aktif membuat konten edukasi tentang parenting dan anak berkebutuhan khusus di TikTok, orang tua bisa mulai dengan langkah-langkah sederhana untuk membangun kesadaran anak terhadap lingkungan sekitarnya.

Salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui terapi perilaku (behavioral therapy) yang dilakukan secara bertahap dan konsisten.

Langkah pertama adalah dengan mengajarkan anak mengenali siapa yang termasuk keluarga dan siapa yang bukan. Orang tua bisa memperkenalkan nama-nama anggota keluarga seperti ayah, ibu, kakak, atau pengasuh dengan menggunakan foto-foto keluarga.

Setelah anak mengenal dengan baik, orang tua dapat memberikan latihan secara langsung, misalnya dengan menanyakan, “Ini siapa?” saat berada di acara keluarga.

Bila anak menjawab dengan benar, berikan penghargaan sederhana seperti pelukan, pujian, atau hadiah kecil agar anak merasa termotivasi.

Langkah kedua untuk mencegah anak dari kejahatan adalah dengan melatih mereka untuk menolak ajakan orang asing. Ajarkan anak untuk berani berkata “tidak”, berteriak minta tolong, atau lari secepat mungkin menjauh bila ada orang yang tidak dikenal mencoba mengajaknya pergi.

Orang tua bisa melatih hal ini melalui permainan peran (role play) agar anak lebih mudah memahami situasi nyata tanpa merasa takut.

Yang terpenting, kata dr. Mariska, proses ini tidak bisa dilakukan secara instan. Orang tua perlu mengulanginya terus-menerus agar tertanam kuat dalam perilaku anak. Konsistensi menjadi kunci utama agar anak terbiasa mengenali bahaya dan tahu bagaimana harus bereaksi.

Harapannya, dengan latihan sederhana ini, anak bisa lebih siap menghadapi situasi berisiko. Mari bersama-sama melindungi anak-anak kita dari ancaman orang asing, ya, Ayah, Bunda!

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore