Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Januari 2026, 14.47 WIB

7 Perilaku Kecil yang Membedakan Orang yang Dibesarkan dengan Kasih Sayang dan Mereka yang Tumbuh dalam Kondisi Tertentu Menurut Psikologi

seseorang yang dibesarkan dengan kasih sayang./Freepik/Lifestylememory - Image

seseorang yang dibesarkan dengan kasih sayang./Freepik/Lifestylememory

JawaPos.com - Tidak semua luka masa kecil berbentuk trauma besar. Sebagian justru hadir dalam wujud yang sangat halus—cara seseorang meminta maaf, merespons pujian, atau bersikap saat sedang tidak sepakat.

Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa pola pengasuhan memiliki pengaruh mendalam terhadap perilaku dewasa, bahkan pada hal-hal kecil yang sering luput disadari.

Orang yang dibesarkan dengan kasih sayang cenderung membawa “rasa aman batin” ke dalam hidupnya.

Sementara mereka yang tumbuh dalam kondisi tertentu—entah minim afeksi, penuh tuntutan, atau lingkungan yang tidak konsisten—sering kali mengembangkan mekanisme bertahan hidup yang tampak normal, namun memiliki akar psikologis yang berbeda.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (8/1), terdapat tujuh perilaku kecil yang, menurut psikologi, sering menjadi pembeda di antara keduanya.

1. Cara Merespons Kesalahan: Bertanggung Jawab vs. Membela Diri

Orang yang dibesarkan dengan kasih sayang biasanya mampu mengatakan, “Iya, itu kesalahan saya” tanpa merasa harga dirinya runtuh. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan secure attachment, di mana kesalahan tidak diartikan sebagai ancaman terhadap penerimaan diri.

Sebaliknya, mereka yang tumbuh dalam lingkungan penuh kritik atau hukuman sering menunjukkan respons defensif. Bukan karena tidak mau bertanggung jawab, tetapi karena sejak kecil kesalahan identik dengan rasa malu, penolakan, atau konsekuensi emosional yang menyakitkan.

2. Hubungan dengan Pujian: Menerima dengan Tenang atau Menolak Secara Refleks

Individu yang dibesarkan dengan kasih sayang cenderung menerima pujian secara wajar. Mereka tidak merasa perlu merendah berlebihan, karena sejak kecil sudah terbiasa dihargai tanpa syarat.

Dalam psikologi, penolakan terhadap pujian sering muncul pada mereka yang tumbuh dalam kondisi di mana cinta bersifat kondisional—hanya hadir saat berprestasi. Akibatnya, pujian terasa mencurigakan atau tidak layak diterima.

3. Cara Meminta Bantuan: Nyaman atau Merasa Bersalah

Meminta bantuan adalah perilaku sederhana, namun sangat sarat makna psikologis. Orang dengan latar pengasuhan penuh kasih biasanya tidak mengaitkan bantuan dengan kelemahan.

Sebaliknya, mereka yang dibesarkan dalam kondisi “harus mandiri sejak dini” sering merasa bersalah atau tidak enak hati saat membutuhkan orang lain. Psikologi menyebut ini sebagai hyper-independence, sebuah bentuk mekanisme bertahan hidup yang terbentuk sejak kecil.

4. Respons terhadap Konflik: Dialog atau Menghindar

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore