Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Januari 2026, 05.21 WIB

5 Tips untuk Orang Tua Agar Anak Tidak Menjadi Korban Child Grooming

 

Ilustrasi orang tua dan anak (Freepik)

JawaPos.com- Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans sempat viral di media sosial usai dirinya menulis buku berjudul Broken String, yang dirilis 10 Oktober 2025 silam.

Buku tersebut menceritakan pengalaman pahit perempuan berdarah blasteran saat jadi korban Child Grooming di usia 15 tahun.

Child Grooming sendiri merupakan bentuk manipulasi di mana seseorang (atau kelompok) membangun hubungan dengan seorang anak di bawah umur untuk mengeksploitasinya, seringkali untuk keuntungan seksual maupun finansial.

Proses manipulasinya dapat terjadi secara perlahan dan sangat halus. Mulanya, pelaku membuat anak di bawah umur merasa istimewa, seperti menawarkan perhatian, hadiah, dan kasih sayang. 

Seiring waktu, hal ini meningkat hingga anak muda tersebut dijauhkan dari keluarga dan teman-temannya, hingga akhirnya dipaksa atau dimanipulasi emosionalnya yang makin serius.

Dikutip dari artikel Premier Nexgen oleh JawaPos.com, Kamis (22/1), untuk menghindari hal tersebut ada 5 tips yang harus dilakukan orang tua agar anak tidak terjebak dalam Child Grooming:

  1. Jalin hubungan yang kuat dan terbuka

Salah satu tipsnya yaitu menjalin hubungan yang kuat dengan anak. Dengan adanya hubungan yang kuat antara keduanya, maka anak akan lebih terbuka dengan orang tuanya. Baik itu dari perasaan, kehidupan sosial, hingga rasa aman. 

  1. Pendidikan media online

Ajari anak-anak Anda tentang batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan di media online. 

Caranya jelaskan bahaya orang asing yang ada di media online, privat akun anak Anda agar tidak disalahgunakan, blokir jika ada orang yang mencurigakan, dan pantau terus akun media sosial atau situs web yang pernah ditelusuri anak Anda.

  1. Kenali tanda-tanda child grooming

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut Anda telah satu langkah menyelamatkan anak Anda dari pelaku.

Tanda-tanda yang bisa dilihat yaitu pertama mulai merahasiakan kehidupan sosial mereka, atau jika mereka menghabiskan banyak waktu sendirian atau dengan orang-orang yang belum pernah Anda temui. 

Kedua, anak Anda mulai bertindak menarik diri, depresi, cemas, atau tiba-tiba menjadi sangat defensif tentang hubungannya, itu bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah. 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore