Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 21.52 WIB

Bantu Orang Tua Persiapkan Anak Masuk SD Baik Secara Akademik Maupun Emosional

Sejumlah anak-anak sekolah berkreasi dengan membuat karya seni di Children - Image

Sejumlah anak-anak sekolah berkreasi dengan membuat karya seni di Children

JawaPos.com – Masa peralihan dari taman kanak (TK) ke sekolah dasar (SD) sering menjadi tantangan tersendiri, baik bagi orang tua maupun guru.

Tidak sedikit dari anak-anak ini yang kesulitan untuk beradaptasi di lingkungan baru, baik dari sisi akademik maupun emosional.

“Kesiapan anak untuk masuk ke jenjang SD, bukan semata-mata soal kemampuan berhitung, membaca, dan menulis. Mereka juga harus matang secara emosi dan perkembangan sosialnya,” ungkap Direktur Bipi Consulting, Arnita Kusumaningrum, dalam keterangan tertulis yang diterima.

Menurut Arnita, selama ini banyak orang tua yang hanya terfokus pada aspek akademik saja. Padahal kesiapan mental dan emosional anak, merupakan fundamental yang sangat penting untuk diperhatikan. Anak yang terlalu dini masuk ke jenjang SD bisa jadi belum siap secara psikologis dan emosi, sehingga dampaknya justru akan merasa tertekan, cemas, dan kehilangan minat belajar.

“Tugas kami membantu orang tua melihat gambaran utuh perkembangan anak dengan berbagai asesmen untuk membantu mengidentifikasi dan mempersiapkan anak dari berbagai aspek yang dibutuhkan di lingkungan formal. Dengan begitu, nantinya akan bisa dilihat apakah anak tersebut sudah siap belajar dengan nyaman atau masih butuh waktu untuk beradaptasi,” tambahnya.

Dalam asesmen kesiapan sekolah, tim psikolog pihaknya akan menilai berbagai aspek perkembangan anak seperti kemampuan kognitif, motorik halus dan kasar, keterampilan bahasa, hingga kemampuan sosial. Hasil asesmen kemudian digunakan untuk memberikan rekomendasi yang tepat kepada orang tua dan guru dalam mendampingi anak.

Tak hanya bagi anak, lanjut Arnita, pihaknya juga memberikan pendampingan bagi guru dan sekolah. Menurut Arnita, guru sangat perlu memahami karakteristik dan gaya belajar masing-masing anak agar proses belajar di jenjang SD bisa berjalan efektif.

“Guru yang memahami perkembangan anak akan lebih mudah menyesuaikan metode pembelajaran. Dengan begitu, anak tidak akan merasa tertekan dan dapat menikmati setiap proses pembelajaran melalui pendekatan yang tepat,” terangnya.

“Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, namun yang terpenting dan harus kita pahami adalah bukan siapa yang lebih cepat masuk SD, tetapi siapa yang benar-benar siap. Jadi anak harus bahagia saat belajar karena dengan cara seperti itu ia akan tumbuh menjadi pribadi yang sukses di masa depan,” tutup Arnita.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore