
Sejumlah anak-anak sekolah berkreasi dengan membuat karya seni di Children
JawaPos.com – Masa peralihan dari taman kanak (TK) ke sekolah dasar (SD) sering menjadi tantangan tersendiri, baik bagi orang tua maupun guru.
Tidak sedikit dari anak-anak ini yang kesulitan untuk beradaptasi di lingkungan baru, baik dari sisi akademik maupun emosional.
“Kesiapan anak untuk masuk ke jenjang SD, bukan semata-mata soal kemampuan berhitung, membaca, dan menulis. Mereka juga harus matang secara emosi dan perkembangan sosialnya,” ungkap Direktur Bipi Consulting, Arnita Kusumaningrum, dalam keterangan tertulis yang diterima.
Menurut Arnita, selama ini banyak orang tua yang hanya terfokus pada aspek akademik saja. Padahal kesiapan mental dan emosional anak, merupakan fundamental yang sangat penting untuk diperhatikan. Anak yang terlalu dini masuk ke jenjang SD bisa jadi belum siap secara psikologis dan emosi, sehingga dampaknya justru akan merasa tertekan, cemas, dan kehilangan minat belajar.
“Tugas kami membantu orang tua melihat gambaran utuh perkembangan anak dengan berbagai asesmen untuk membantu mengidentifikasi dan mempersiapkan anak dari berbagai aspek yang dibutuhkan di lingkungan formal. Dengan begitu, nantinya akan bisa dilihat apakah anak tersebut sudah siap belajar dengan nyaman atau masih butuh waktu untuk beradaptasi,” tambahnya.
Dalam asesmen kesiapan sekolah, tim psikolog pihaknya akan menilai berbagai aspek perkembangan anak seperti kemampuan kognitif, motorik halus dan kasar, keterampilan bahasa, hingga kemampuan sosial. Hasil asesmen kemudian digunakan untuk memberikan rekomendasi yang tepat kepada orang tua dan guru dalam mendampingi anak.
Tak hanya bagi anak, lanjut Arnita, pihaknya juga memberikan pendampingan bagi guru dan sekolah. Menurut Arnita, guru sangat perlu memahami karakteristik dan gaya belajar masing-masing anak agar proses belajar di jenjang SD bisa berjalan efektif.
“Guru yang memahami perkembangan anak akan lebih mudah menyesuaikan metode pembelajaran. Dengan begitu, anak tidak akan merasa tertekan dan dapat menikmati setiap proses pembelajaran melalui pendekatan yang tepat,” terangnya.
“Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, namun yang terpenting dan harus kita pahami adalah bukan siapa yang lebih cepat masuk SD, tetapi siapa yang benar-benar siap. Jadi anak harus bahagia saat belajar karena dengan cara seperti itu ia akan tumbuh menjadi pribadi yang sukses di masa depan,” tutup Arnita.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
