Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 15.14 WIB

Kolaborasi dengan Dua Kampus, jaga Rantai Kopi Berkualitas dari Mahasiswa Kurang Mampu

ILUSTRASI: Biji kopi di Toko Kopi Sari Murni, Jatinegara, Jakarta Timur.

JawaPos.com - Brand kopi lokal Roemah Koffie bersama Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Universitas Diponegoro, dan Universitas Katolik Soegijapranata menyelenggarakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka lanjutan Program Seribu Sarjana Pertanian. Acara ini menjadi bagian dari agenda mereka di bidang pendidikan dan pemberdayaan petani muda Indonesia.

Seribu Sarjana Pertanian sendiri merupakan program sosial berkelanjutan yang dijalankan sejak 2024. Program ini memberikan beasiswa UKT per semester dan uang saku bulanan bagi mahasiswa pertanian berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu, dimulai sejak semester pertama hingga mereka lulus.

CEO Roemah Koffie, Felix TJ dalam keterangan tertulisnya mengatakan, program ini bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian, khususnya pada rantai nilai kopi Indonesia, serta mendorong lahirnya generasi petani muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.

Felix juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai akar dari keberlanjutan industri kopi. “Kami percaya bahwa setiap cangkir kopi yang kita nikmati hari ini dimulai dari pengetahuan dan tangan-tangan muda di ladang,” ujar Felix.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa keberlanjutan kopi Indonesia dimulai dari pendidikan. Kami tidak hanya berbicara tentang rasa kopi, tetapi juga tentang bagaimana ilmu dan nilai hidup bisa menumbuhkan masa depan yang lebih baik bagi petani muda,” sambungnya.

Felix juga menambahkan bahwa program ini menjadi perpanjangan dari semangat pihaknya yang selama ini aktif menyelenggarakan kompetisi latte art, pelatihan barista, dan workshop kopi di berbagai daerah.

“Edukasi adalah inti dari budaya kopi yang berkelanjutan. Kopi yang hebat tumbuh dari pendidikan yang baik,” katanya.

Program ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif, Andy Ruswar ikut menyampaikan pentingnya sinergi antara pendidikan, pertanian, dan ekonomi kreatif. "Sinergi ini diperlukan untuk menciptakan ekosistem keberlanjutan yang kuat bagi industri kopi dan pangan Indonesia," ujarnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore