JawaPos.com - Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mengingatkan agar Universitas Indonesia (UI) tetap memegang teguh jati diri kampus sebagai lembaga pendidikan. Oleh karena itu, kampus harus tetap berorientasi kepada pembentukan SDM unggul.
Hal itu disampaikan Agus menanggapi pernyataan Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah yang menilai dekan ideal harus memiliki corporate culture. Pernyataan tersebut dianggap kurang tepat.
"Oh ya nggak bisa lah, itu kan lembaga pendidikan. Masa dijadikan perusahaan, nanti kaya kasus dulu yang program-program S2 magister, itu kan menjadi sangat komersial dan dihentikan kalau nggak salah," kata Agus kepada wartawan, Kamis (6/11).
Dia menegaskan, pengelolaan lembaga pendidikan berbeda dengan perusahaan. "Lembaga pendidikan ga boleh dijadikan korporasi, ini lembaga pendidikan bukan lembaga perusahaan kan tata kelolanya juga beda," imbuhnya.
Sebagai mantan dosen tamu UI, Agus berpendapat, kepemimpinan dekan sebagai penggerak riset dan intelektualitas harus dikedepankan. Kampus tidak boleh mengejar keuntungan ekonomi semata.
"Ya buat pendidikan engga pas, sehingga nanti orientasi dekan atau pengelola itu cari uang. Padahal tugas dia meningkatkan kualitas pendidikan," jelasnya.
Di sisi lain ia berpandangan jika kampus meniru gaya korporasi berisiko tidak fokus untuk meningkatkan kualitas akademik. Justru yang ada memperkuat praktik transaksional.
"Jadi UI harus netral dan dibiayai negara, jangan cari duit seperti korporasi. Jadi akibatnya kan kadang-kadang misalnya, ketua yang biayai dari swasta, kan ujung-ujungnya supaya dia bantu," tegasnya.
Atas dasar itu, Agus mendorong pemerintah bisa menambah dana pendidikan perguruan tinggi. Dengan begitu, kampus bisa fokus pada pengembangan pendidikan.
"Memang negara harus nambah dana itu, karena jumlah orang miskin yang ke terima perguruan tinggi katakan UI bertambah. Nah sementara yang tahap tes mandiri yang bayarnya mahal itu jumlahnya terbatas," pungkasnya.
Sebelumnya Rektor UI Heri Hermansyah menyampaikan, UI merupakan Universitas research and entrepreneur. Menurutnya, rektor dan dekan harus memiliki pemahaman corporate culture. Artinya memiliki kemampuan managerial bagus.
"Nah gabungan dua hal inilah bagaimana seorang dekan bisa memiliki karakter dan mampu me-manage fakultasnya. Seperti corporate tapi juga mereka tetap bisa menjaga kualitas akademiknya. Jadi gabungan antara corporate culture dan academic culture," kata Heri.
Sebagaimana diketahui, saat ini UI tengah melakukan pemilihan dekan baru. Proses seleksi telah memasuki tahap mendengar masukan publik hingga 13 November 2025.