
Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat mendorong peran perguruan tinggi seperti UMM dalam pelaksanaan progam SMK Go Global. (Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat)
JawaPos.com - Pemerintah berniat memperluas program SMK Go Global mulai akhir tahun ini. Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, targetnya 500 ribu penerima manfaat pada 2026. Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat mendorong peran perguruan tinggi dalam pelaksanaan program tersebut.
Sebagai salah satu sampelnya, Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat mengambil contoh dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program pelatihan tenaga kerja luar negeri di UMM akan disinergikan dengan program SMK Go Global yang pelaksanaannya diinisiasi oleh Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
”Banyak sekali praktik-praktik baik yang sudah dilakukan di UMM, terutama dalam memberdayakan lulusan-lulusan SMK dan perguruan tinggi untuk dapat bersaing di pasar global,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Haris pada Sabtu (15/11).
Karena itu, Abdul Haris mengapresiasi inisiatif UMM dalam penyelenggaraan pusat pelatihan dan pendidikan untuk persiapan kerja ke luar negeri. Tidak hanya mendapat dukungan dari Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan turut memberikan dukungan.
”Program Career Boost yang dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan peluang global telah dimulai sejak 2019,” kata Fauzan.
Sejauh ini, peserta pelatihan tenaga kerja luar negeri dari UMM yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 519 orang. Sementara, peserta siap berangkat saat ini mencapai 261 orang. Tidak hanya itu, dia mengungkapkan bahwa peserta yang masih dalam tahap pelatihan online juga tidak kalah banyak. Angkanya 279 orang.
Program yang ditawarkan oleh UMM berupa pelatihan kembali para siswa lulusan SMK sederajat dan perguruan tinggi sangat penting. Apalagi UMM siap menerima peserta hingga usia 28 tahun. Ada 15 skema pekerjaan yang ditawarkan oleh program pelatihan pekerja luar negeri UMM. Diantaranya teknik konstruksi, hospitality, pemrosesan makanan, caregiver, dan perawat.
Untuk skema penempatan tenaga kerja, UMM membaginya dalam beberapa tahap. Pertama peserta akan mendapatkan pelatihan secara online. Kemudian dilaksanakan pelatihan berbasis asrama yang diselenggarakan oleh Fakultas Vokasi UMM. Saat ini, ada dua sertifikat yang dibekali pada peserta pelatihan. Yakni Sertifikat Bahasa Jepang dan Sertifikat Keterampilan sesuai kebutuhan pasar.
Untuk saat ini, pusat pelatihan kerja luar negeri UMM fokus menempatkan tenaga kerja di Jepang. UMM bekerja sama dengan Brexa Academy dan terus memperluas lokasi penempatan pada seluruh prefektur di Negeri Sakura. Dengan dukungan Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, UMM akan memperluas jangkauan penempatan kerja sampai 38 negara.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
