Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 November 2025, 23.35 WIB

Kisah Inspiratif Ni Ketut Suparmi Sabet Juara Nasional, Guru Berdedikasi di daerah 3T Lombok Utara NTB

Ni Ketut Suparmi, guru kesenian di SMP Negeri 1 Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Istimewa) - Image

Ni Ketut Suparmi, guru kesenian di SMP Negeri 1 Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Istimewa)

JawaPos.com–Mengajar di daerah yang dikenal sebagai 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) bukan halangan untuk berprestasi. Hal ini dibuktikan Ni Ketut Suparmi, seorang guru kesenian di SMP Negeri 1 Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berhasil meraih juara dua Guru Berdedikasi di Daerah 3T Tingkat SMP yang diselenggarakan PGRI Pusat.

Kemenangan ini bukan diraih secara instan, melainkan berkat portofolio dan dedikasi mengajar yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Guru seni budaya ini berhasil membimbing murid-muridnya meraih sederet prestasi membanggakan.

Kunci Kemenangan: Portofolio Prestasi Seni dan Ilmiah

Ni Ketut Suparmi, yang akrab disapa Parmi, menjelaskan bahwa persiapan yang dia lakukan tergolong singkat. Namun, kunci kemenangannya adalah kelengkapan dokumen dan karya-karya terbaik yang sudah dimiliki. Kompetisi ini menuntut portofolio yang matang.

”Yang kemarin itu kita ikut guru berdedikasi di daerah 3T gitu. Itu dari PGRI yang adakan dari PGRI Pusat. Dan kita dipilih juara II,” jelas Bu Parmi.

Portofolio yang diajukan mencakup berbagai aspek, mulai dari prestasi siswa hingga karya ilmiah pribadi. Salah satu kekuatan utama Bu Parmi adalah konsistensinya dalam membawa siswa meraih gelar juara.

”Nah kebetulan kita kalau di SMP itu kemarin di Lombok Utara setiap ada Lombok Festival Seni itu selalu dapat juara satu gitu untuk mewakili Lombok Utara ke Provinsi,” terang Bu Parmi.

Selain itu, dia juga memiliki rekam jejak yang solid dalam pengembangan diri dan karya ilmiah. ”Sama dengan karya ilmiah yang sesuai dengan diminta itu. Kita sebagai guru dulu kan diwajibkan untuk membuat karya ilmiah,” kata Bu Parmi.

Terapkan Strategi Mengajar: Tes Diagnostik di Awal, Baru Tentukan Metode Mengajar

Sebagai guru seni budaya, Parmi menerapkan pendekatan mengajar yang sangat fleksibel. Dia menyadari bahwa tidak semua siswa dapat memahami materi dengan satu metode saja. Inovasi metode menjadi kunci agar pembelajaran seni selalu menarik dan mendalam.

”Jadi setiap menghafal itu punya trik tersendiri untuk pendekatan terhadap anak-anak. Tadi kita kalau dengan pendekatan yang satu anak-anaknya belum mampu untuk di pertemuan berikutnya kita ganti lagi gitu,” ungkap Bu Parmi.

Pendekatan ini dikenal sebagai tes diagnostik awal, yang bertujuan menyesuaikan materi dengan karakteristik siswa. ”Jadi harus pintar-pintar memilih metode gitu ya. Benar harus tetap belajar. Jadi intinya belajar dan belajar gitu,” tutur Bu Parmi.

Dia mencoba berbagai media, dari video hingga praktik langsung, dan menggabungkannya saat dibutuhkan. ”Nah kemudian kita coba dulu dengan video. Nah dengan video itu anak-anak lebih senang tapi ada juga yang main-main. Kita coba lagi dengan yang buku. Ternyata yang buku itu anak-anak banyak yang agak susah baca gitu. Jadi lebih kesulitan lagi. Ya kita padukan akhirnya,” ucap Bu Parmi.

Harapan di Hari Guru: Perlindungan dan Keterlibatan Keluarga

Di tengah perayaan Hari Guru, Parmi menyoroti tantangan yang masih dihadapi para pendidik di Indonesia, termasuk perlunya dukungan dan perlindungan yang lebih kuat dari pemerintah. Dia menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya guru.

”Ke depannya kita harapkan semua unsur yang ikut terlibat dalam pendidikan ini. Terutama dalam pendidikan keluarga. Itu yang menjadi mentor utama keberhasilan pendidikan,” tandas Parmi.

Selain itu, Parmi berharap pemerintah dapat lebih mengayomi guru, terutama dengan adanya payung hukum yang melindungi mereka dari perlakuan tidak adil.

Baca Juga: Perjuangan Guru lewat Parlemen, Kawal RUU Sisdiknas

”Saat ini ada UU Perlindungan Anak. Jadi ada juga dong undang-undang yang melindungi guru. Jadi kita tidak merasa waswas,” ucap Parmi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore