Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 November 2025, 23.53 WIB

Akses Internet Cepat untuk Pendidikan di Jambi, Dua Perguruan Tinggi Dapatkan Fasilitas WiFi Corner

Ilustrasi banyak daerah di Indonesia memiliki keterbatasan infrastruktur internet. (APJII) - Image

Ilustrasi banyak daerah di Indonesia memiliki keterbatasan infrastruktur internet. (APJII)

JawaPos.com-Ketersediaan akses internet cepat masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak daerah di Indonesia. Kebutuhannya bukan cuma urusan harian, tapi juga untuk memenuhi sektor pendidikan.

Di sejumlah perguruan tinggi, kapasitas jaringan belum mampu mengimbangi kebutuhan aktivitas belajar digital yang meningkat pesat. Itu sejak kuliah hybrid dan penggunaan sumber belajar daring menjadi standar baru.

Menjawab kebutuhan tersebut, dua perguruan tinggi di Jambi yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan Universitas Muhammadiyah (UM) Jambi, mulai pekan ini mendapatkan fasilitas akses internet berkecepatan tinggi yang dapat digunakan mahasiswa secara terbuka. 

Fasilitas WiFi Corner ini disediakan melalui kolaborasi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan afiliasinya, PT Telemedia Dinamika Sarana (Gasnet), pada 25–26 November.

Di UIN STS Jambi, fasilitas tersebut diproyeksikan dapat dipakai 10.000–20.000 mahasiswa. Sementara di UM Jambi, akses WiFi ditargetkan melayani 3.500–5.000 mahasiswa.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, peningkatan akses internet menjadi kebutuhan dasar pendidikan tinggi saat ini. Terutama untuk aktivitas riset, perkuliahan daring, hingga pengembangan kompetensi digital mahasiswa. 

“Akses internet kini menjadi elemen penting dalam proses belajar,” kata Fajriyah.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful Anwar, menilai fasilitas ini akan membantu mengatasi keterbatasan jaringan kampus. Terutama di jam-jam padat penggunaan. 

Menurut dia, mahasiswa kerap mengalami kendala saat mengakses jurnal, mengikuti kuliah daring, atau mengerjakan tugas yang membutuhkan koneksi stabil. 

WiFi Corner sangat membantu kegiatan perkuliahan dan aktivitas akademik lainnya,” ungkap Kasful Anwar.

Sementara itu, Direktur Utama Gasnet Rikhi Narang menjelaskan, permintaan akses internet cepat di lingkungan kampus meningkat dalam dua tahun terakhir. Dia menyebut bahwa digitalisasi pendidikan membuat kebutuhan bandwidth melonjak, sementara tidak semua institusi memiliki infrastruktur yang memadai.

“Kami ingin memastikan mahasiswa di berbagai wilayah memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses internet berkualitas,” tutur Rikhi Narang.

Gasnet juga mengklaim bahwa langkah serupa berpotensi diperluas ke kampus-kampus lain di Indonesia, sejalan dengan program pemerintah untuk memperkuat transformasi digital pendidikan dan meningkatkan pemerataan konektivitas di daerah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore