
Ilustrasi Universitas Indonesia. (Twitter/X @univ_indonesia)
JawaPos.com - Universitas Indonesia (UI) menerima pernyataan permohonan maaf dari Teguh Dartanto, Ph.D atas kasus pelanggaran integritas akademik yang melibatkan mahasiswa Program Doktor Sekolah Kajian Strategik dan Global UI (sekarang Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan) UI, Bahlil Lahadalia. Pernyataan permohonan maaf ini diterima UI pada 29 November 2025.
Teguh, yang tercatat sebagai salah seorang ko-promotor disertasi Bahlil, menyampaikan permohonan maaf kepada sivitas akademika dan masyarakat luas, sekaligus menegaskan dukungannya terhadap penegakan integritas akademik di lingkungan Kampus UI.
Sebelumnya, Teguh dikenakan sanksi atas kasus pelanggaran integritas akademik melalui Keputusan Rektor UI No.474/SK/R/UI/2025 yang diterbitkan pada 4 Maret 2025. Sanksi tersebut berupa larangan mengajar dan membimbing selama 1 tahun, penundaan kenaikan pangkat selama 2 tahun, serta kewajiban menyampaikan permohonan maaf kepada sivitas akademika dan masyarakat.
Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Dr. Erwin Panigoro, mengatakan bahwa sanksi yang diberikan kepada Teguh adalah hasil keputusan empat organ utama UI, yaitu Rektor, Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik (SA), dan Dewan Guru Besar (DGB).
“Keputusan yang diambil bukanlah keputusan Rektor semata, melainkan keputusan empat organ UI. Sebagai institusi pendidikan, UI mengutamakan pembinaan guna meningkatkan kualitas akademik dan perubahan perilaku, bukan sekadar memberikan sanksi,” kata Erwin.
Selain Ko-promotor, UI juga melakukan pembinaan terhadap pihak yang melanggar aturan akademik dan etik lainnya, seperti promotor, manajemen sekolah (direktur, dekan, dan kepala program studi), serta mahasiswa. Promotor, ko-promotor, dan manajemen sekolah dikenai sanksi pembinaan, termasuk larangan mengajar, menerima mahasiswa bimbingan baru, serta menduduki jabatan struktural untuk jangka waktu tertentu. Sementara itu, mahasiswa yang melanggar dikenai kewajiban untuk merevisi disertasinya dan harus memenuhi syarat publikasi ilmiah.
Penerapan etika ini mencerminkan sikap tegas UI dalam mempertahankan standar akademik. UI berkomitmen untuk menjaga integritas akademik dalam setiap proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, tanpa pengecualian dan tanpa memperlakukan siapa pun secara berbeda. Prinsip tersebut menjadi pedoman utama agar kepercayaan publik terhadap kualitas akademik UI tetap terjaga.
Menurut Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, permohonan maaf Teguh Dartanto adalah bukti keseriusan penegakan integritas akademik di lingkungan UI. Ia menyebut bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi empat organ untuk merespons pernyataan maaf dari Teguh Dartanto.
“Koordinasi ini penting agar setiap langkah yang kami ambil selaras dengan peraturan akademik dan tata kelola universitas. Kami ingin memastikan bahwa proses penegakan integritas akademik berjalan transparan, akuntabel, serta memberikan kepastian bagi seluruh sivitas akademika,” ujar Prof. Heri.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
