JawaPos.com - Universitas Siber Asia (UNSIA) menggelar wisuda untuk 879 lulusan. Wisuda digelar secara hybrid dengan rincian 367 orang hadir di lokasi Jakarta dan 495 orang lainnya terhubung secara daring dari berbagai negara seperti Malaysia, Taiwan, dan Arab Saudi.
Wisuda tahun ini mengangkat tema strategis Sinergi Akademis dan Pembangunan Kawasan: Mencetak SDM Unggul & Cerdas Digital Menuju Indonesia Emas Tahun 2045. Tema ini diharapka bisa menjadi langkah lulusan UNSIA sebagai pionir di era Artificial General Intelligence (AGI)
"Anda tidak perlu bersaing dengan silikon; kembangkanlah apa yang bersifat biologis dan berjiwa," kata Rektor UNSIA, Jang Youn Cho, Minggu (18/1).
Youn Cho juga mengumumkan bahwa UNSIA sebagai hub World University Ranking for Innovation (WURI) di Indonesia, serta rencana menjadi Google Reference University pertama dan pionir penggunaan AI untuk pendidikan di tanah air.
"Jangan hanya menjadi pengguna masa depan, jadilah inovator masa depan. Di era AI ini, kecanggihan mesin justru membuat nilai kemanusiaan Anda semakin berharga. Gunakan efisiensi AI untuk memberi Anda lebih banyak waktu menjadi manusia yang lebih empati dan melayani bangsa dengan hati yang tidak dapat direplikasi oleh kode mana pun,’’ imbuhnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Edy Gunawan yang turut menghadiri wisuda ini turut mengenalkan program unggulan Transmigrasi Patriot 2026. Program ini merupakan gerakan nasional yang mengintegrasikan Tim Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot (S2) guna membentuk kawasan transmigrasi yang produktif dan mandiri secara ekonomi berbasis riset aplikatif.
"Di tahun 2026, ditargetkan sebanyak 1.000 awardee beasiswa magister akan menempuh pendidikan selama 18 bulan, termasuk melakukan penelitian tesis dan pengabdian langsung di 154 kawasan transmigrasi seluruh Indonesia,’’ kata Edy.
Di sisi lain, pada awal tahun 2026, UNSIA juga memperkenalkan Program Studi Teknologi Informasi. Prodi ini telah mendapat izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Izin ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1198/B/O/2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Teknologi Informasi Program Sarjana melalui Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada Universitas Siber Asia di Jakarta, yang diselenggarakan oleh Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan.
‘’Pembukaan program studi baru tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah mahasiswa. Lebih dari itu, perguruan tinggi diharapkan tetap menempatkan kualitas pendidikan sebagai fokus utama termasuk kualitas kurikulum, sumber daya manusia, sistem pembelajaran, serta penjaminan mutu berkelanjutan’’ ungkap Kepala LLDIKTI Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan.