
Perwakilan 56 perguruan tinggi Indonesia dan mitra industri Malaysia usai FGD kolaborasi internasional di Kuala Lumpur. (Istimewa)
JawaPos.com-Kolaborasi lintas negara antara dunia akademik dan industri kembali diperkuat melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional yang melibatkan puluhan perguruan tinggi Indonesia dan pelaku industri Malaysia.
Kegiatan itu diawali dengan FGD yang diikuti perwakilan dari 56 perguruan tinggi se-Indonesia bersama mitra industri Malaysia. FGD tersebut digelar di Pudu Convention Hall, Kuala Lumpur, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
FGD dipimpin oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta, Prof. Usep Suhud. Dalam forum tersebut, Prof. Usep menekankan pentingnya sinergi konkret antara perguruan tinggi dan dunia industri lintas negara guna menjawab kebutuhan riil industri dan tantangan global.
“Kolaborasi internasional seperti ini penting agar perguruan tinggi mampu merespons kebutuhan riil industri dan tantangan global,” ujar Prof. Usep.
Salah satu mitra industri yang hadir dalam FGD adalah Siti Khadijah Apparel, merek busana muslimah premium asal Malaysia. Perusahaan yang berdiri sejak 2009 ini dikenal konsisten mengembangkan produk yang mengutamakan kenyamanan ibadah, kualitas material, serta kepatuhan terhadap prinsip syariat Islam.
Perwakilan Siti Khadijah Apparel, Komaruddin, menegaskan bahwa industri fesyen muslimah harus dibangun di atas nilai yang kuat dan berkelanjutan. “Industri fesyen muslimah bukan sekadar soal produk atau tren. Kenyamanan ibadah, kualitas, dan identitas syariat harus menjadi fondasi utama agar busana memiliki makna spiritual, bukan hanya nilai komersial,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif para dosen dari berbagai perguruan tinggi. Sejumlah isu dibahas, mulai dari integrasi nilai keislaman dalam desain produk, inovasi fesyen, strategi bisnis, hingga peluang kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya manusia.
Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar, Associate Professor Dr. Hernita, menilai FGD tersebut sebagai momentum strategis untuk menjembatani dunia akademik dan praktik industri lintas negara.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu, 25 Januari 2026, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional yang menyasar pemberdayaan pekerja migran Indonesia di Malaysia. Kegiatan PkM dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia dan diikuti lebih dari 100 pekerja migran Indonesia.
PkM internasional ini melibatkan 73 dosen dari 55 perguruan tinggi se-Indonesia dan difokuskan pada pelatihan kewirausahaan bagi pekerja migran. Pimpinan Sanggar Bimbingan Sungai Mulia, Mimin Mintarsih, mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan tersebut.
“Melalui PkM internasional ini, kami berharap pekerja migran memiliki kesiapan mental, keterampilan, serta rencana usaha yang matang agar mampu menjadi pelaku ekonomi produktif dan berdaya saing,” ujarnya.
Dr. Hernita menambahkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas geografis dan membutuhkan pendampingan jangka panjang.
“Tidak hanya pelatihan, pendampingan berkelanjutan dari dunia akademik sangat dibutuhkan agar pekerja migran memiliki visi kemandirian ekonomi ketika kembali ke Indonesia,” tuturnya. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
