Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Oktober 2025, 15.48 WIB

Yayasan Asal Amerika Datang ke Surakarta, Stafsus Prabowo sebut MBG Jadi Rujukan 130 Negara 

Delegasi Rockefeller meninjau progran Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah dasar di Surakarta. (Istimewa) - Image

Delegasi Rockefeller meninjau progran Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah dasar di Surakarta. (Istimewa)

JawaPos.com – Delegasi Rockefeller meninjau progran Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah dasar di Surakarta, Jawa Tengah. Mereka mempelajari implementasi program tersebut dan tata kelolanya.
 
Yayasan asal New York, Amerika Serikat itu menaruh perhatian besar pada program pemberian nutrisi anak-anak. Nantinya, mereka akan menyusun laporan khusus tentang keberhasilan Indonesia di bidang ini.
 
“Mereka datang ke Indonesia untuk mempelajari apa yang dikerjakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bagaimana implementasinya, untuk dijadikan contoh dunia,” ujar Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan, Minggu (12/10).
 
Yuza menyampaikan, Rockefeller Foundation merupakan salah satu pendiri School Meals Coalition, koalisi global yang saat ini beranggotakan 130 negara dan berfokus pada program makan bergizi di sekolah.
 
“Indonesia menjadi contoh dunia karena implementasi MBG di sini adalah yang tercepat di seluruh dunia. Sekarang sudah lebih dari 30 juta anak menerima MBG setiap hari, dari target 82,9 juta anak,” imbuhnya.
 
 
Yuza menuturkan, Rockefeller Foundation akan menyusun laporan khusus tentang pelaksanaan MBG di Indonesia. Lalu laporan tersebut akan dibagikan ke seluruh anggota School Meals Coalition.
 
“Koalisi ini terdiri dari kepala lembaga setingkat BGN dari 130 negara. Mereka akan mengompilasi laporan khusus tentang Indonesia untuk dibagikan ke negara-negara anggota,” jelasnya.
 
Ia menambahkan, program makan bergizi sebenarnya sudah lama diterapkan di sejumlah negara maju. Jepang, misalnya, sudah menjalankan sejak tahun 1888, Inggris pada 1913, sementara negara-negara Skandinavia seperti Finlandia dan Norwegia sejak 1940-an.
 
“PBB melalui World Food Programme menargetkan tahun 2030 semua negara di dunia menjalankan MBG. Nah, Indonesia menjadi contoh bagaimana menjalankan MBG dengan cepat dan baik,” kata Yuza.
 
Rockefeller Foundation juga menyoroti keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan MBG di Indonesia. Salah satu contoh disebut berasal dari Kota Surakarta di bawah kepemimpinan Wali Kota Respati Adi.
 
“Mereka mencatat beberapa hal positif dari Surakarta. Wali Kota Respati punya tiga jurus mendukung MBG,” ujar Yuza.
 
Pertama, Pemkot Surakarta membuat contoh menu MBG standar dengan biaya bahan baku Rp 10 ribu agar dapur-dapur MBG punya acuan kualitas. Kedua, orang tua murid diberi kesempatan untuk mengunjungi dapur MBG agar tahu proses dan siapa yang memasak makanan anak-anak mereka.
 
“Yang ketiga, Mas Walikota juga menggabungkan program MBG dengan program Zero Waste di Kota Surakarta. Jadi food waste bisa dikelola dengan baik,” katanya.
 
Menariknya, kata Yuza, hingga bulan Oktober 2025 ini, tidak pernah ada kasus keracunan MBG di Surakarta. “Fakta ini menunjukkan dukungan pemerintah daerah yang kuat dan pengawasan yang baik. Nol kasus sampai sekarang,” tegasnya.
 
Yuza berharap, pengalaman Indonesia dalam menjalankan MBG bisa menjadi lesson learned bagi negara lain yang baru akan memulai. Menurutnya, kunjungan Rockefeller Foundation bukan sekadar bentuk pengakuan, tapi juga bagian dari upaya global untuk memperluas akses nutrisi sehat bagi anak-anak di seluruh dunia.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore