Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 20.28 WIB

Ikut Aksi Damai di Kantor Trans7, PKB Ngaku Tergugah untuk Membela Kiai

 

Bendahara Umum DPP PKB, Bambang Susanto saat mengikuti aksi damai di depan kantor Trans7. (Istimewa)

JawaPos.com - Sejumlah kader dan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ikut serta dalam aksi solidaritas di depan kantor Trans7 Jakarta Selatan, Selasa (15/10). Unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk protes atas tayangan Trans7 yang dinilai telah menghina kalangan pesantren dan ulama.

Bendahara Umum DPP PKB, Bambang Susanto mengatakan, keikutsertaan PKB dalam aksi damai ini merupakan bentuk solidaritas terhadap kelompol ulama dan pesantren. PKB merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pembelaan.

“Aksi ini merupakan wujud solidaritas PKB terhadap para ulama dan pesantren, tempat di mana PKB berakar dan tumbuh,” ujar Bambang di lokasi aksi.

Bambang mengatakan, PKB merupakan partai yang memiliki kedekatan dengan ulama. Bahkan PKB lahir dari kelompok kiai.

“PKB lahir dari rahim para kiai. Maka ketika marwah ulama dilecehkan, kami tidak bisa tinggal diam. Ini bukan sekadar aksi, tapi panggilan nurani untuk menjaga kehormatan guru-guru kami,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bambang menyebut bahwa membela kiai bukan hanya soal loyalitas terhadap guru spiritual, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap akar peradaban dan moral bangsa.

“Bagi PKB, membela kiai adalah menjaga kehormatan bangsa,” tutupnya.

Sebelumnya, Trans7 meminta maaf atas tayangan program Xpose Uncensored yang menuai pro dan kontra di masyarakat karena narasinya dinilai melecehkan dan merendahkan martabat kiai, santri, dan komunitas pesantren.

Andi Chairil selaku production director Trans7 mengakui adanya kesalahan dari pihaknya sampai mengakibatkan banyak pihak marah akibat narasi yang dibuat dengan tidak hati-hati dan tidak melalui proses koreksi serius sebelum akhirnya ditayangkan.

"Kami mengakui kelalaian dalam isi pemberitaan itu di mana kami tidak melakukan sensor yang mendalam secara teliti, materinya dari pihak luar. Namun kami tidak berlepas tanggung jawab atas kesalahan tersebut," kata Andi Chairil dalam video di akun Instagram resmi Trans7.

Trans7 meminta maaf kepada pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Anwar Mansur beserta keluarga besar, para pengasuh, santri, dan alumni dari Pondok Pesantren Lirboyo yang videonya tampil dalam tayangan program tersebut dan dibuat dengan narasi tanpa empati dan penghormatan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore