Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 November 2025, 01.27 WIB

Di KTT G20 Afrika Selatan, Wapres Gibran Sebut Program MBG sebagai Model Investasi Strategis

Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan. - Image

Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan.

JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai model investasi strategis dalam pembangunan manusia. Hal itu disampaikan Gibran saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan. 

Pesan tersebut disampaikan melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut mendampingi Wapres Gibran saat menghadiri KTT G20 di Afrika Selatan.

Menurutnya, Gibran menegaskan ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjamin masa depan generasi bangsa. 

“Wakil Presiden menegaskan ketahanan pangan bukan hanya agenda ekonomi, tetapi juga kebutuhan mendasar dan investasi strategis,” kata Airlangga dalam keterangannya, Minggu (23/11).

Dalam pembahasan KTT G20, krisis pangan menjadi salah satu isu paling mendesak di tingkat global. Data terbaru G20 mencatat, sebanyak 720 juta penduduk dunia masih menghadapi kelaparan. Menurutnya, Gibran melihat bahwa program MBG dapat menjadi contoh efektif untuk membangun ketahanan pangan berbasis kemandirian daerah.

Ia menyebut program tersebut mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari penyediaan makanan bergizi bagi pelajar hingga menggerakkan ekonomi lokal. 

“Program Makan Bergizi Gratis bisa menjadi contoh nyata mendorong kemanfaatan produk lokal, pemberdayaan petani, peternak, serta perluasan kegiatan ekonomi yang supply chain-nya bisa mencapai ke seluruh pelosok Indonesia,” ucap Airlangga.

Selain ketahanan pangan, Gibran juga menyinggung soal pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. 

Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada pada jalur cincin api Pasifik (ring of fire), kata dia, harus menghadapi berbagai potensi bencana yang membutuhkan kesiapan sistemik.

KTT G20 tahun ini menjadi bersejarah, karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di benua Afrika di bawah presidensi Afrika Selatan. Sebanyak 37 kepala negara dan pemerintahan hadir, bersama perwakilan organisasi internasional termasuk Sekretaris Jenderal PBB, IMF, Bank Dunia, dan sejumlah lembaga global lainnya.

Pembahasan G20 difokuskan pada tiga sesi utama. Sesi pertama menyoroti ekonomi berkelanjutan, perdagangan, keuangan global, dan permasalahan utang negara berkembang. 

Sesi kedua membahas pembangunan dunia yang tangguh melalui isu kebencanaan, perubahan iklim, transisi energi berkeadilan, dan sistem pangan. Adapun sesi ketiga berfokus pada isu pekerjaan layak, tata kelola kecerdasan buatan, dan pembahasan mineral kritis yang menjadi perhatian strategis Indonesia.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore