Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Desember 2025, 03.59 WIB

Tak Terima Cak Imin Minta Raja Juli dan Bahlil Tobat Nasuha, Legislator Golkar: Kerusakan Hutan sejak Menteri-menteri Sebelumnya

Dalam foto yang diambil Antara, terlihat bangkai gajah sumatera itu sudah terbujur kaku dengan kondisi terjepit lumpur dan kayu. (ANTARA) - Image

Dalam foto yang diambil Antara, terlihat bangkai gajah sumatera itu sudah terbujur kaku dengan kondisi terjepit lumpur dan kayu. (ANTARA)

JawaPos.com - Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengajak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk melakukan tobat nasuha dalam konteks bencana alam yang melanda Sumatera, menuai perhatian publik. 

Bahkan, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menilai pernyataan tersebut tidak bijak, karena disampaikan di tengah suasana duka masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Ia menegaskan, sebagai tokoh agama seharusnya Cak Imin memahami sensitivitas publik saat menghadapi bencana.

"Kerusakan hutan bukanlah masalah yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi merupakan hasil kebijakan yang telah berlangsung lama. Mestinya dalam situasi ini kita lebih fokus membantu masyarakat yang terkena bencana," kata Firman kepada wartawan, Selasa (2/12).

Legislator asal Dapil Jateng III itu mengatakan, dengan pengalamannya mengawal sektor kehutanan, ia memahami persoalan tersebut lebih dalam. Menurutnya, para menteri sebagai pembantu presiden seharusnya mengutamakan kerja bersama dalam penanganan bencana, bukan saling menyalahkan.

"Sebagai Menko, Cak Imin tentu memahami bahwa kerusakan hutan bukan terjadi sebulan dua bulan, bahkan bukan setahun dua tahun. Ini sudah berlangsung sejak 15–20 tahun lalu akibat kebijakan menteri-menteri sebelumnya," ujarnya.

Firman juga menilai, ucapan tobat nasuha tersebut, meskipun dimaksudkan sebagai candaan, tidak tepat disampaikan di depan publik dalam suasana duka. Ia meminta para pejabat pemerintah lebih berhati-hati dan bijak dalam memberikan pernyataan.

Ia pun menyarankan agar para menteri, khususnya Cak Imin sebagai Menko, lebih berkonsentrasi membantu Presiden Prabowo Subianto dalam menangani korban bencana daripada mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik.

Sebelumnya, Cak Imin merespons bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dengan menyampaikan telah mengirim surat kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Lingkungan Hidup untuk melakukan evaluasi total kebijakan terkait lingkungan.

"Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah," ujar Cak Imin.

Ia juga menyinggung istilah tobat nasuha sebagai ajakan untuk memperbaiki kebijakan pengelolaan lingkungan. "Bahasa NU-nya, taubatan nasuha," tutur Cak Imin.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa bencana alam bisa menjadi akibat dari kelalaian manusia. "Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore