Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Februari 2026, 20.34 WIB

PKB sebut Perjanjian Dagang AS-Indonesia Untungkan Industri Nasional, Ekspor dan Lapangan Kerja Berpotensi Meningkat

Wamenperin Faisol Riza dalam acara pembekalan Tim Ekspedisi Patriot di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/8). (Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com – Wakil Ketua Umum DPP PKB, Faisol Riza menilai, skema Agreement on Reciprocal Trade (ART) yand diteken oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump bisa membawa dampak positif bagi Indonesia. Melalui perjanjian ini, dipercaya akan memperkuat posisi perdagangan Indonesia di tingkat global.

Faisol mengatakan, ART membuka peluang bagi percepatan hilirisasi mineral nasional. Sektor ini diketahui selama ini menghadapi berbagai kendala, mulai dari aspek investasi, teknologi, maupun akses pasar.

“Selama ini hilirisasi mineral kita masih menghadapi banyak tantangan. Dengan adanya perjanjian dagang Indonesia–Amerika, hilirisasi pasir silika sebagai bahan utama produksi chip atau semikonduktor berpeluang direalisasikan di dalam negeri. Ini lompatan besar bagi industrialisasi Indonesia,” kata Faisol dalam keterangannya, Jumat (27/2).

Ia menjelaskan, pasir silika merupakan salah satu bahan baku penting dalam industri semikonduktor global. Melalui kerja sama ini, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemasok bagi perusahaan-perusahaan semikonduktor milik Amerika Serikat, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Faisol menilai tidak tepat pandangan sejumlah pihak yang mempertanyakan ART ini. Terutama bila dibandingkan dengan berbagai perjanjian perdagangan seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA), ASEAN–China Free Trade Area (AC-FTA), maupun kerangka multilateral World Trade Organization (WTO).

“Perjanjian bilateral memungkinkan evaluasi dan renegosiasi jika di kemudian hari terdapat klausul yang merugikan. Ini berbeda dengan perjanjian multilateral yang mengikat banyak negara dan jauh lebih kompleks untuk ditinjau ulang," imbuhnya.

Faisol meyakini bahwa perjanjian ART ini tidak akan membunuh industri nasional atau IKM. Melalui perjanjian ini, produk industri nasional tidak akan mengalami persaingan langsung dengan produk Amerika Serikat di pasar domestik.

Ia menyoroti fakta bahwa sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia mendapatkan fasilitas tarif nol persen ke pasar Amerika. Sebelum perjanjian ini, produk-produk tersebut dikenakan tarif antara 8 hingga 12 persen.

“Kelompok industri tekstil, furnitur kayu, karet, serta berbagai produk IKM justru sangat diuntungkan. Ini peluang besar untuk ekspansi ekspor dan penciptaan lapangan kerja,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore