Kevin Diks di kubu Gladbach, dan efisiensi bertahan Freiburg yang berakar pada organisasi kolektif. (Instagram Gladbach)
JawaPos.com - Borussia Monchengladbach dan SC Freiburg harus puas berbagi angka tanpa gol dalam laga Bundesliga di Borussia-Park, Senin (6/10) dini hari WIB.
Meski Gladbach tampil dominan sepanjang laga dengan 53% penguasaan bola dan lima tembakan tepat sasaran, solidnya pertahanan Freiburg dan penampilan gemilang kiper Noah Atubolu memastikan skor akhir bertahan 0-0.
Pertandingan ini menjadi cerminan dua gaya berbeda yang bertabrakan. Gladbach, yang berupaya membangun permainan dari lini belakang dengan ketenangan Kevin Diks sebagai poros distribusi, menghadapi Freiburg yang tampil disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat melalui Junior Adamu dan Niklas Beste.
Dari awal laga, Gladbach mencoba mengendalikan tempo. Florian Neuhaus dan Yannik Engelhardt aktif mengalirkan bola, sementara Diks beberapa kali maju membantu penyerangan dari sisi kanan, memberikan keseimbangan antara progresi dan pertahanan. Namun, meski aliran bola mereka rapi, efektivitas di depan gawang tetap menjadi masalah utama.
Peluang pertama Gladbach datang pada menit ke-29 ketika sundulan Engelhardt dari umpan Diks memaksa Atubolu melakukan penyelamatan refleks di tengah gawang.
Freiburg merespons cepat melalui tendangan jarak jauh Vincenzo Grifo yang melambung pada menit ke-36. Laga berjalan ketat, penuh duel di lini tengah, tetapi minim kreativitas di sepertiga akhir.
Di babak kedua, Gladbach terus menekan. Neuhaus dan Tabakovic memiliki beberapa peluang dari luar kotak penalti, namun semuanya berhasil ditepis oleh Atubolu yang tampil luar biasa dengan lima penyelamatan krusial malam itu.
Freiburg pun menunggu momen tepat untuk melancarkan serangan balik. Masuknya Johan Manzambi dan Derry Scherhant memberikan energi baru bagi tim tamu, namun upaya mereka lebih banyak kandas di hadapan pertahanan Gladbach yang dikomandoi Nico Elvedi dan Kevin Diks.
Diks, yang kini mulai mendapatkan kepercayaan lebih di lini belakang, tampil konsisten dengan 90% akurasi umpan dan empat kali intersep penting. Keberadaannya menjaga struktur Gladbach tetap solid saat mereka menekan tinggi, terutama ketika Scally dan Netz sering naik membantu serangan.
Namun, meski lini belakang bekerja baik, lini depan tak mampu memecah kebuntuan. “Kami membuat peluang, tapi gagal menyelesaikan,” ujar pelatih Gladbach seusai pertandingan, menyoroti aspek klinikalitas timnya.
Freiburg sendiri patut diapresiasi atas kedisiplinan taktik mereka. Hanya memiliki 47% penguasaan bola, anak asuh Christian Streich mampu menahan gempuran tanpa kehilangan bentuk pertahanan.
Patrick Osterhage dan Eggestein bekerja keras memotong aliran bola di tengah, sementara Lienhart dan Ginter menjaga area penalti dengan blok-blok berani.
Kiper Atubolu layak disebut sebagai pemain terbaik laga, penyelamat dari serangan beruntun Gladbach di menit 75 menjadi bukti refleks dan posisi yang tajam.
Hingga peluit akhir, Gladbach mencatat sembilan percobaan tembakan berbanding dua belas milik Freiburg, tapi justru tim tamu yang sempat mengancam lewat Manzambi di menit ke-86.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
