
Gennaro Gattuso siap pimpin timnas Italia di jeda internasional bulan Oktober. (AP Photo/Daniel Cole, file)
JawaPos.com-Pelatih tim nasional Italia Gennaro Gattuso mengakui atmosfer laga kualifikasi Piala Dunia melawan Israel pekan depan jauh dari ideal.
Dia mengingatkan para pemainnya agar tidak terpengaruh situasi eksternal dan tetap fokus memperbaiki performa meski timnya mencatat awal sempurna di bawah kepemimpinannya.
“Kami harus berkonsentrasi untuk tidak terbawa oleh hal-hal yang datang dari luar. Suasananya memang tidak bagus, tetapi kami harus fokus melakukan bagian kami,” ujar Gattuso dalam konferensi pers seperti diwartakan laman Football Italia pada Rabu.
Italia akan lebih dulu menghadapi Estonia di Tallinn pada Minggu pekan ini, sebelum menjamu Israel di Stadion Friuli, Udine, Rabu pekan depan.
Pertandingan tersebut akan digelar dengan pengamanan ketat dan jumlah penonton yang dibatasi, menyusul demonstrasi besar di berbagai kota Italia dalam beberapa pekan terakhir sebagai bentuk protes terhadap serangan Israel di Gaza.
“Kami tahu tidak akan ada banyak penonton di Udine, dan saya memahami kekhawatiran itu,” lanjut Gattuso.
“Namun, kami tetap harus bermain, karena bila tidak, kami akan diberi kekalahan otomatis 0-3.”
Situasi keamanan yang menegangkan ini muncul di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
“Melihat apa yang terjadi sungguh menyakitkan hati,” kata Gattuso lagi. “Kami tahu akan ada sekitar 10.000 orang di luar stadion dan hanya 6.000 orang yang boleh berada di dalam.”
Italia kini berada di posisi kedua klasemen Grup I dengan sembilan poin, sama dengan Israel. Namun, Gli Azzurri memiliki satu pertandingan lebih sedikit dari Norwegia yang memuncaki grup ini dengan 15 poin.
Gattuso mencatat dua kemenangan dari dua laga pertamanya sebagai pelatih Italia, termasuk kemenangan dramatis 5-4 atas Israel di Hungaria pada September lalu lewat gol penentu Sandro Tonali pada menit akhir.
Meski hasilnya sempurna, Gattuso menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi.
“Ada banyak hal yang harus kami perbaiki. Ini bukan hanya soal pertahanan, tetapi soal bagaimana mengenali bahaya di seluruh area lapangan,” ujarnya.
“Namun tentu ada sisi positif juga. Kami sendiri yang memberi ruang bagi Israel untuk bangkit, dan kami cukup beruntung bisa membawa pulang kemenangan itu. Kami harus memperbaiki sikap kami, bukan sekadar sistem taktik," terang mantan pemain AC Milan itu. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
