Ivan Rakitic saat diperkenalkan sebagai pemain FC Barcelona. (Instagram @fcbarcelona)
JawaPos.com – Pada medio 2010-an, Timnas Kroasia memiliki banyak gelandang hebat yang bermain di liga top Eropa. Salah satunya adalah Ivan Rakitic, gelandang Timnas Kroasia pada tahun 2007 hingga 2019.
Bersama negaranya, Rakitic pernah mencetak sejarah. Ia turut membawa Kroasia lolos ke final Piala Dunia 2018, dan ikut bermain di seluruh pertandingan Kroasia di turnamen tersebut.
Tidak hanya itu, Rakitic juga ikut mencetak gol kala Kroasia mengalahkan Timnas Argentina pimpinan Lionel Messi dengan skor telak 3-0 di babak grup. Rakitic juga menjadi pemain penentu kemenangan Kroasia saat adu penalti kontra Denmark dan Rusia di fase gugur.
Sementara di level klub, namanya melambung saat memperkuat FC Barcelona. Selama berada di tim asal Spanyol tersebut, Rakitic berhasil memenangi empat gelar juara LaLiga, tepatnya pada musim 2014/2015, 2015/2016, 2017/2018, dan 2018/2019.
Selain itu, Rakitic juga berhasil menjuarai Liga Champions musim 2014/2015, dan mencetak gol pembuka bagi FC Barcelona saat mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 di partai puncak.
Rakitic sendiri baru saja mengumumkan jika ia sudah gantung sepatu dari dunia sepak bola. Hajduk Split menjadi tim terakhir yang ia bela sepanjang kariernya, dan ia mundur dari lapangan hijau pada akhir musim 2024/2025.
Melalui wawancara bersama Gazzetta yang dikutip Yahoo Sports, Rakitic mengungkapkan kalau ada penyesalan terbesar selama ia berkarier di lapangan. Ia mengaku menyesal tidak mengiyakan tawaran Juventus pada 2019.
Bahkan, ia mendapatkan telepon secara langsung dari Cristiano Ronaldo, dan bintang Portugal tersebut memintanya untuk datang ke Juventus. Penyesalan Rakitic datang lantaran ia sudah lama mengidamkan bermain di Negeri Pizza, namun tidak bisa terealisasi hingga kariernya berakhir.
“Itu benar, Ronaldo menelepon di tahun 2019 dan meminta saya bergabung dengan Juventus. Sejujurnya, saya sangat ingin bermain di Italia. Itulah penyesalan terbesar saya,” ujar Rakitic dalam sebuah wawancara yang dikutip Yahoo Sports.
Terdapat beberapa alasan mengapa Italia sangat menarik minat Rakitic. Menurut eks gelandang Sevilla ini, ia sangat mengagumi kultur sepak bola serta gaya hidup yang ada di sana. Selain itu, sosok Gennaro Gattuso yang melatihnya di Hajduk Split juga membuatnya menggemari sepak bola Italia.
“Saya sangat mengagumi sepak bola Italia, dan juga gaya hidup di sana. Selain itu, saya juga menggemari Gennaro Gattuso, yang pernah melatih saya saat di Hajduk Split. Italia memiliki banyak pelatih hebat yang akan mencapai banyak pencapaian,” lanjut eks gelandang Timnas Kroasia ini.
Saat ditanya tentang alasan menolak Juventus, Rakitic mengaku memiliki beberapa alasan. Salah satunya adalah biaya transfer yang saat itu terlalu tinggi, dan ia juga masih memiliki komitmen bersama FC Barcelona, tim yang saat itu ia perkuat.
“Ada beberapa alasan yang membuat saya gagal pindah ke Liga Italia termasuk soal harga transfer yang terlalu tinggi, tapi alasan utamanya adalah komitmen saya bersama FC Barcelona. Saya sangat beruntung bisa main di sana, kemudian ke Sevilla dan Hajduk Split. Pindah ke Juventus mungkin akan sangat menyenangkan, tapi bagaimapun juga hidup dan karier saya tetap luar biasa,” tutup Rakitic.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
