Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Oktober 2025, 20.36 WIB

Buka Peluang Piala Dunia Digelar saat Musim Dingin Lagi, Presiden FIFA Gianni Infantino Siap Ubah Kalender Sepak Bola Dunia

Gianni Infantino buka peluang terhadap perubahan besar dalam kalender turnamen internasional. (Instagram @Gianni_Infantino) - Image

Gianni Infantino buka peluang terhadap perubahan besar dalam kalender turnamen internasional. (Instagram @Gianni_Infantino)

JawaPos.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali melontarkan wacana yang akan mengubah peta sepak bola dunia. Ia membuka kemungkinan digelarnya Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub pada musim dingin, bukan lagi di tengah tahun seperti biasanya. Menurutnya, dunia sepak bola perlu "berpikiran terbuka" terhadap perubahan besar dalam kalender turnamen internasional.

"Kita harus punya pikiran terbuka. Kami sudah membahas detailnya. Ini bukan hanya soal satu Piala Dunia, tapi refleksi umum. Bahkan di beberapa negara Eropa, bermain pada Juli itu sangat, sangat panas. Bulan terbaik untuk sepak bola, yaitu Juni, justru jarang dipakai di Eropa," ujar Infantino dikutip dari The Guardian.

Melansir dari The Guardian, pernyataan ini muncul di tengah pembahasan FIFA mengenai kalender sepak bola global pasca-2030. Pasalnya, turnamen besar seperti Piala Dunia 2034 yang akan digelar di Arab Saudi hampir pasti berlangsung di musim dingin, mirip seperti Piala Dunia 2022 di Qatar. Infantino menegaskan bahwa perubahan semacam ini bukan mustahil. 

"Mungkin ada cara untuk mengoptimalkan kalender. Kami sedang mendiskusikannya dan akan melihat kesimpulannya nanti," katanya.

Menuju Globalisasi Kalender Sepak Bola

Infantino menilai bahwa kalender sepak bola internasional perlu disesuaikan dengan kondisi iklim global, bukan hanya mengacu pada musim panas di Eropa. Ia bahkan menyebut bahwa bulan Oktober dan Maret bisa menjadi opsi karena dua bulan itu bisa dipakai bermain di mana saja di dunia.

Namun, ide ini bukan tanpa kontroversi. Dikutip dari The Guardian, perubahan besar dalam jadwal global tentu akan menimbulkan gejolak di antara berbagai pihak. Saat ini, European Leagues, Fifpro, dan La Liga telah mengajukan keluhan resmi ke Komisi Eropa terkait kebijakan FIFA yang dinilai terlalu dominan dalam penetapan kalender internasional.

Piala Dunia Antarklub Akan Diperluas

Selain Piala Dunia, FIFA juga sedang menyiapkan perubahan besar pada Piala Dunia Antarklub. Struktur 48 tim disebut akan diterapkan pada edisi 2029, dengan sistem playoff untuk mengerucutkan peserta menjadi 32 tim.

Dalam pidatonya di Roma seperti yang dilansir melalui The Guardian, Infantino mengatakan FIFA akan berusaha menjadikan turnamen ini lebih besar, baik, dan berdampak. Saat ini, Spanyol dan Maroko menjadi kandidat terkuat tuan rumah turnamen 2029. Namun, Amerika Serikat dan Cina juga memiliki peluang dijadikan opsi oleh FIFA.

Lebih jauh, Infantino menyinggung peluang Piala Dunia Antarklub digelar dua tahun sekali setelah 2029, dengan Qatar disebut-sebut sebagai kandidat utama tuan rumah edisi 2031.

Waspadai Risiko Kompetisi Lintas Benua

Menurut laporan The Guardian, terkait wacana pertandingan liga domestik digelar di luar benua asalnya, seperti La Liga di AS atau Serie A di Australia dan Infantino memberi peringatan tegas.

"Kita punya struktur dengan kompetisi nasional, kontinental, dan global. Struktur inilah yang membuat sepak bola menjadi olahraga nomor satu di dunia. Jika kita ingin merusaknya, itu risiko besar," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa FIFA tidak menolak perubahan, tetapi semuanya harus terstruktur dengan baik supaya tidak menimbulkan resiko. "Kita harus berbicara dengan semua pemangku kepentingan. Jika ingin membuat sistem yang lebih global, maka regulasinya juga harus global, tanpa mengorbankan hak setiap negara untuk mengatur sepak bola mereka sendiri," tambahnya.

Barcelona Kembali ke EFC, Super League Semakin Pudar

Dalam kesempatan yang sama, sidang umum EFC juga mengumumkan kembalinya Barcelona ke organisasi klub Eropa tersebut. Klub asal Catalunya itu sempat keluar sejak 2021 karena terlibat dalam proyek gagal European Super League bersama Real Madrid dan Juventus.

Mengutip dari The Guardian, Presiden EFC, Nasser Al-Khelaifi, bahkan bercanda bahwa hubungan mereka kembali hangat setelah jalan-jalan romantis bersama. Kembalinya Barcelona diyakini menutup kemungkinan kebangkitan Super League dalam waktu dekat.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore