Gary Neville saat masih bermain untuk timnas Inggris. (Dok. Give Me Sport)
JawaPos.com – Legenda Manchester United, Gary Neville baru-baru ini mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan di awal kariernya bersama tim nasional Inggris. Hal ini muncul di tengah kontroversi yang menyangkut komentarnya mengenai penggunaan bendera Union Jack.
Mantan kapten Manchester United yang kini berprofesi sebagai analis di Sky Sports ini mendapatkan kritik setelah video yang diunggahnya di LinkedIn. Dalam video tersebut, ia menyoroti peran 'pria kulit putih paruh baya yang marah' yang dianggapnya sebagai penyebab perpecahan sosial di Britania Raya terkait isu bendera tersebut.
Pria yang kini berusia 50 tahun ini juga menceritakan pengalamannya saat mencopot bendera Union dari salah satu lokasi di Manchester, karena menurutnya, bendera tersebut telah digunakan dengan cara yang negatif. Komentar yang dilontarkannya ini pun memicu reaksi keras dari pihak pemerintah.
Sejak penolakannya untuk menyanyikan lagu kebangsaan, patriotisme Neville telah dipertanyakan oleh banyak pihak. Sebuah video yang menunjukkan mantan pemain yang mengoleksi 85 caps untuk timnas Inggris itu menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan kembali viral di media sosial.
Pemain yang lahir di Bury ini memilih untuk tidak menyanyikan lagu 'God Save The Queen' saat tampil di Euro 1996, di mana ia bermain bersama para bintang seperti Paul Gascoigne. Dalam video yang beredar di YouTube, tampak Neville hanya diam saat rekan-rekannya menyanyikan lagu kebangsaan.
"Saya tidak menyanyikannya saat pertama kali bermain untuk Inggris. Sebagian karena saya pikir, saya serius dengan pekerjaan saya dan saya tidak akan bernyanyi sebelum pertandingan," ungkap Neville kepada Mirror Sport mengenai alasannya untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan.
Neville juga menyebut mantan ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Geoff Thompson, dan mengungkapkan bahwa ia ingin membuktikan sesuatu kepada sosok yang ia sebut itu.
"Dia (Thompson) hanya pernah mengajak saya mengobrol sekali. Apakah dia ingin mengorek informasi tentang persiapan Piala Dunia? Atau bertanya bagaimana FA bisa membantu di balik layar? Tidak. Tuan Thompson ingin tahu mengapa saya tidak menyanyikan Lagu Kebangsaan. Saya tidak bisa diperintah oleh orang-orang tertentu," tambahnya.
Ini bukanlah kali pertama Neville terlihat tidak menyanyikan lagu kebangsaan. Ia juga melakukan hal yang sama selama Piala Dunia FIFA 2006, di mana ia hanya menatap ke arah lapangan sementara rekan satu tim dan para pendukung bernyanyi bersama.
Neville berpartisipasi dalam empat turnamen besar, termasuk Piala Dunia yang berlangsung pada tahun tersebut, yang menjadi turnamen terakhirnya sebelum pensiun dari sepak bola internasional pada Juni 2009. Dia mengakhiri karier bermainnya bersama Manchester United pada Februari 2011, diikuti dengan masa singkat sebagai manajer Valencia.
Sejak pensiun, ia telah berkarir sebagai analis di Sky Sports, meskipun ia juga sempat menjabat sebagai asisten pelatih Roy Hodgson di timnas Inggris. Sejak 2016, Neville telah bekerja penuh waktu meliput sepak bola liga domestik.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
