Justin Kluivert (kiri) memberi kesan yang
JawaPos.com - Timnas Belanda memetik kemenangan meyakinkan 4-0 atas Finlandia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan salah satu sorotan utama datang dari sosok Justin Kluivert.
Pemain Bournemouth berusia 26 tahun itu tampil sejak awal menggantikan Tijjani Reijnders, dan langsung memberi warna baru di lini tengah De Oranje.
Meski bukan nama yang selalu mendapat tempat utama, Kluivert membuktikan dirinya layak dipercaya. Mobilitas, visi permainan, dan kecerdasannya membaca ruang menjadi elemen penting dalam alur serangan Belanda yang tampil dominan sepanjang laga.
“Saya pikir dia bermain dengan sangat baik,” ujar Pierre van Hooijdonk kepada NOS. “Sangat mendalam, bagus dalam kombinasi pendek, cepat bergerak. Dan, bagus dalam kombinasi dengan striker, juga sangat saling melengkapi. Depay, yang sering menguasai bola, mereka memiliki rasa yang baik satu sama lain. Bahkan, seluruh lini depan dapat dengan mudah terhubung.”
Kesan itu turut diamini oleh Rafael van der Vaart, yang menilai Kluivert semakin matang dalam memahami perannya di sistem baru tim nasional.
“Saya rasa dia pemain servis sepuluh yang sangat bagus. Dia biasanya mengisi celah untuk membebaskan pemain lain. Dia memainkan bola-bola yang tepat, bola-bola sederhana. Saya hanya mengenalnya sebagai pemain sayap kanan atau kiri. Saya pikir, karena dia sering bermain di posisi sepuluh, dia juga mulai berpikir berbeda. Dia memang dibesarkan sebagai pemain sayap.”
Bagi Kluivert, laga ini bukan sekadar kemenangan tim, melainkan juga momentum pribadi. Setelah beberapa tahun berjuang mencari konsistensi di level klub, tampil apik bersama tim nasional memberi sinyal bahwa dirinya kembali siap bersaing di level tertinggi.
Kemenangan atas Finlandia juga memperkuat posisi Belanda di klasemen sementara grup kualifikasi, sekaligus menunjukkan kedalaman skuad yang terus berkembang di bawah arahan pelatih Ronald Koeman. Dengan gaya bermain menyerang yang lebih fleksibel, kehadiran Kluivert memberi alternatif baru di lini tengah, lebih dinamis, lebih cair, dan lebih tak terduga.
Dalam konteks yang lebih luas, penampilan gemilang Kluivert menjadi refleksi tentang regenerasi dan kesinambungan di tubuh De Oranje. Nama besar ayahnya, Patrick Kluivert, tentu melekat kuat, namun Justin kini mulai menulis jalannya sendiri dengan determinasi dan karakter yang semakin matang.
Kemenangan 4-0 ini bukan hanya soal skor, tapi juga tentang bagaimana Belanda menemukan kembali ritme, keseimbangan, dan kedalaman yang selama ini dicari. Di tengah tekanan publik untuk menampilkan sepak bola atraktif dan efektif, sosok seperti Kluivert menjadi pengingat bahwa perubahan tak selalu datang dari nama besar, kadang justru dari mereka yang sabar menunggu dan bekerja dalam diam.
Dalam bayang-bayang generasi emas lama, Justin Kluivert menunjukkan bahwa ia tak sekadar pewaris nama, tapi bagian dari masa depan sepak bola Belanda yang baru, disiplin, tenang, dan berani mengambil risiko ketika momen menuntut.
