Tim Nasional Norwegia (Instagram @herrelandslaget)
JawaPos.com – Tim nasional Norwegia berpotensi menghadapi hukuman dari FIFA setelah menampilkan dukungan terhadap Palestina sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Israel di Stadion Ullevaal, Oslo.
Dilansir dari laman Sport Bibble pada Senin (13/10), Dalam laga tersebut, Erling Haaland mencetak hat-trick untuk membawa Norwegia menang 5-0.
Namun, insiden di luar dan di dalam stadion menjadi sorotan utama FIFA karena dianggap melanggar aturan yang melarang unsur politik dalam sepak bola.
Baca Juga: Erling Haaland Ingin Wujudkan Mimpi Bawa Norwegia Lolos ke Piala Dunia 2026 usai Penantian 28 Tahun
Sebelum pertandingan dimulai, sejumlah bendera Palestina berkibar di tribun penonton disertai spanduk bertuliskan “Biarkan anak-anak hidup.” Aksi tersebut juga diiringi dengan teriakan “Bebaskan Palestina” yang menggema di stadion.
Tindakan itu dinilai bertentangan dengan peraturan FIFA yang melarang slogan, simbol, atau gestur bernuansa politik, ideologis, ofensif, atau diskriminatif.
Norwegia dikenal sebagai salah satu negara yang paling vokal menentang agresi di Gaza dan bahkan sempat menyerukan agar Israel dikeluarkan dari kompetisi internasional.
Situasi ini memperburuk posisi mereka di mata FIFA yang tengah menegakkan aturan netralitas di ajang sepak bola. Otoritas sepak bola dunia tersebut menegaskan bahwa pelanggaran ini dapat berujung pada denda besar, penutupan stadion, atau bahkan pembatalan hasil pertandingan.
Sementara itu, protes besar-besaran juga terjadi di luar stadion sebelum laga dimulai. Ratusan pengunjuk rasa pro-Palestina melakukan pawai dari gedung parlemen Norwegia menuju stadion nasional sambil membawa bendera dan menyalakan suar.
Aparat keamanan memperketat penjagaan dan mengurangi jumlah penonton yang diizinkan masuk untuk mencegah gangguan lebih lanjut.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyerukan ketenangan di tengah meningkatnya ketegangan politik menjelang pertandingan tersebut.
Infantino menegaskan bahwa meskipun isu ini melampaui ranah olahraga, sepak bola tetap harus dijaga agar tidak digunakan sebagai wadah ekspresi politik.
“Tentu saja ini melampaui sepak bola, tetapi sepak bola juga harus tetap netral,” ujar Infantino seperti dikutip pada Sport Bibble.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
