UEFA menginginkan lebih banyak pertandingan papan atas di kualifikasi Piala Dunia dan akan merombak sistemnya lagi (voetbalprimeur)
JawaPos.com - UEFA berencana melakukan perubahan besar terhadap format kualifikasi Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa. Langkah ini diambil untuk menghadirkan lebih banyak pertandingan papan atas antarnegara, sekaligus meningkatkan daya tarik kompetisi di mata penggemar dan mitra media.
Perubahan ini terinspirasi oleh sistem baru yang digunakan di Liga Champions dan Liga Europa musim ini, dikenal dengan sebutan Model Swiss. Menurut sejumlah laporan media Eropa, UEFA kini berencana menerapkan sistem serupa untuk kualifikasi turnamen antarnegara mulai edisi mendatang.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menyebut sistem baru ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak pertandingan menarik tanpa menambah jumlah laga secara keseluruhan.
“Saya rasa Kejuaraan Eropa sendiri tidak akan berbeda, tetapi proses kualifikasinya bisa berbeda. Tidak akan ada lebih banyak pertandingan, tetapi formatnya akan lebih menarik,” ujar Ceferin.
UEFA menilai sistem kualifikasi yang berlaku saat ini mulai kehilangan daya tarik. Dengan 12 grup berbeda yang masing-masing meloloskan dua tim secara otomatis, serta delapan tiket tambahan melalui babak play-off, kompetisi dianggap terlalu mudah ditebak dan jarang mempertemukan negara-negara elite di fase awal.
Kritik juga datang dari sisi komersial. Banyak pertandingan yang dinilai tidak cukup menarik bagi penonton maupun penyiar televisi karena selisih kekuatan yang terlalu jauh antara negara besar dan kecil. UEFA ingin menciptakan lebih banyak pertandingan “head-to-head” antar negara papan atas, seperti Jerman melawan Prancis atau Inggris menghadapi Spanyol, yang secara historis menarik minat penonton global.
Sistem “Model Swiss” diyakini menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Dalam format ini, seluruh 55 negara anggota UEFA akan dimasukkan ke dalam satu daftar peringkat besar. Undian komputer kemudian akan menentukan lawan-lawan yang relatif seimbang bagi setiap tim, memastikan tingkat kompetisi yang lebih merata sekaligus menjaga dinamika di setiap pertandingan.
Salah satu keunggulan format baru ini adalah tidak menambah jumlah laga secara keseluruhan, melainkan menata ulang cara pembagian lawan. Dengan begitu, jadwal internasional tidak akan semakin padat, namun kualitas pertandingan diharapkan meningkat.
Model Swiss sendiri pertama kali diperkenalkan UEFA untuk Liga Champions 2024/2025, menggantikan sistem grup tradisional. Setiap klub kini memainkan delapan laga melawan lawan berbeda berdasarkan peringkat koefisien, dan hasil keseluruhan menentukan posisi di klasemen besar tunggal.
Keberhasilan model ini di level klub diyakini menjadi alasan utama UEFA mempertimbangkan penerapannya di level tim nasional. Dengan lebih banyak pertandingan besar, federasi berharap kompetisi kualifikasi kembali menjadi tontonan yang menggairahkan, bukan sekadar formalitas menuju turnamen utama.
Perubahan ini masih dalam tahap pembahasan internal, dan belum diumumkan secara resmi kapan format baru tersebut akan mulai digunakan. Namun, sumber internal UEFA menegaskan bahwa arah kebijakan sudah jelas untuk meningkatkan kualitas dan daya saing di setiap level kompetisi.
Dengan penerapan sistem Swiss di Liga Champions yang sejauh ini dianggap sukses, langkah memperluasnya ke kualifikasi Piala Dunia dan Euro dipandang sebagai evolusi alami dalam proyek modernisasi UEFA.
Jika disetujui, perubahan ini akan menjadi salah satu reformasi paling signifikan dalam sejarah sepak bola antarnegara Eropa, mengubah cara tim nasional bersaing untuk tiket ke turnamen paling bergengsi di dunia.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
