Arne Slot dan Florian Wirtz. (PA Images)
JawaPos.com – Juru taktik Liverpool, Arne Slot, menjadikan eks ikon Manchester City, Kevin De Bruyne sebagai contoh cemerlang mengapa masih terlalu dini untuk menilai kegagalan karier Florian Wirtz bersama The Reds di Liga Inggris.
Sama seperti De Bruyne yang mengalami awal yang kurang meyakinkan di Liga Inggris bersama Chelsea pada 2013 silam, Wirtz juga gagal memenuhi ekspektasi tinggi di beberapa pekan pertamanya di Anfield.
Mantan juara Bundesliga dan Pemain Terbaik Jerman ini belum mencetak gol untuk Liverpool dan belum menciptakan satu pun asis untuk rekan-rekan setimnya sejak debutnya di Community Shield, Agustus lalu.
Jamie Carragher adalah salah satu dari beberapa pundit di Inggris yang meminta Wirtz dicoret dari susunan pemain Slot setelah tiga kekalahan beruntun yang dialami Liverpool menjelang jeda internasional bulan Oktober.
Beberapa pengamat terkemuka liga lainnya telah memberikan penilaian yang lebih terukur tentang adaptasi gelandang serang berusia 22 tahun ini.
Mengomentari itu semua, Slot melancarkan pembelaan yang berapi-api terhadap rekrutan baru musim panasnya tersebut yang bernilai GBP 116 juta ketika diwawancara Sky Sports.
"Kalau didatangkan dengan harga semahal itu, orang-orang biasanya hanya melihat gol dan asis, tapi saya bisa bilang dia mungkin sudah mencetak enam atau tujuh asis," ujar pelatih asal Belanda ini.
"Dia (Wirtz) agak kurang beruntung dalam penyelesaian akhir ketika memberi kesempatan kepada rekan satu timnya, tapi secara umum untuk pemain berusia 22 tahun, wajar saja kalau dia harus menyesuaikan diri pindah ke negara lain, apalagi ke Liga Inggris.
Slot mencontohkan De Bruyne sebagai inspirasi bagi Wirtz, yang sebelumnya tampil cemerlang bersama Bayer Leverkusen yang membuat The Reds tertarik merekrutnya musim panas ini dengan harga mahal.
"Mungkin saya sekarang meremehkan gelandang terbaik yang pernah bermain di Liga Inggris. Kevin De Bruyne, dia berusia 21 atau 22 tahun ketika pindah ke Chelsea (dan kesulitan)," lanjut Slot.
"Beri dia sedikit waktu (untuk terus beradaptasi), begitulah menurut saya. Saya pasti (juga) akan memberinya sedikit waktu, dan sementara itu, dia memang kurang beruntung (dalam beberapa permainan)."
Perbedaan antara Wirtz dan De Bruyne adalah Slot memiliki kepercayaan penuh pada playmaker asal Jermannya itu, sementara José Mourinho yang saat itu melatih Chelsea tidak bisa menjamin sang ikon Liga Inggris untuk mendapatkan peran utama.
De Bruyne akhirnya meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Wolfsburg untuk membangkitkan kariernya, sebelum kembali ke Inggris untuk menaklukkan semua yang ada di hadapannya di pusat hegemoni Manchester City baru-baru ini.
"Dia (Wirtz) harus bermain dan dia sudah sering bermain. Karena dia berasal dari liga yang berbeda dan memainkan begitu banyak pertandingan, wajar jika sesekali dia membutuhkan pertandingan seperti yang saya lakukan dengan Mo Salah dan banyak pemain lainnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
