
Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, tak kuasa menahan kritik tajam setelah The Reds kembali tumbang di tangan Brentford. (skysports)
JawaPos.com- Legenda Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan kritik tajam setelah The Reds menelan kekalahan keempat beruntun di Premier League. Terbaru, tim asuhan Arne Slot harus mengakui keunggulan Brentford 3-2, Sabtu (25/10).
Hasil itu melengkapi rentetan hasil buruk setelah sebelumnya tumbang dari Chelsea, Crystal Palace, dan Manchester United.
Menurut Carragher, kekalahan beruntun ini bukan sekadar masa sulit, melainkan tanda jelas bahwa Liverpool sedang berada dalam situasi krisis.
"Kalah empat kali beruntun mungkin biasa bagi Brentford, tapi untuk Liverpool, juara Premier League, itu adalah bencana," tegas Carragher kepada Sky Sports.
"Dengan pengeluaran besar di bursa transfer musim panas lalu, kondisi ini jelas mengkhawatirkan. Sekarang waktunya banyak pertanyaan serius diajukan di ruang ganti antara pemain, staf pelatih, dan pihak manajemen," lanjutnya.
Carragher menilai salah satu masalah terbesar Liverpool saat ini adalah kurangnya kekuatan fisik dan tinggi badan di skuad.
Ia menilai tim Arne Slot terlalu mudah ditembus lewat bola-bola panjang dan situasi bola mati, sesuatu yang juga diakui oleh sang pelatih usai laga kontra Brentford.
"Liverpool harus meninjau ulang aspek fisik mereka. Saat ini, saya tidak melihat cukup banyak pemain yang mampu memenangkan duel-duel penting," kata Carragher.
Mantan bek timnas Inggris itu bahkan menyamakan situasi Liverpool saat ini dengan masa-masa kelam yang pernah dialami Manchester United di era transisi.
"Liverpool-nya Arne Slot mengingatkan saya pada tim Manchester United lama saya. Sangat berbahaya saat menyerang, tapi kacau di belakang. Mereka bisa mencetak gol lewat Salah, Ekitike, Wirtz, Isak, Gakpo, dan lainnya. Tapi pertahanannya terbuka lebar, terlalu mudah dieksploitasi," ungkapnya.
Carragher menyarankan agar Slot menyederhanakan permainan Liverpool untuk memulihkan kestabilan tim.
Menurutnya, Slot perlu menata ulang lini belakang dan bermain lebih pragmatis demi menghindari kebobolan mudah.
"Saat situasi sudah kacau seperti sekarang, tim harus kembali ke dasar: pertahanan yang rapat, transisi cepat, dan efisien. Persempit lini belakang, jangan terlalu banyak ruang di sayap, dan hentikan kebiasaan membangun serangan terlalu rumit dari tengah," jelasnya.
"Mungkin saat ini waktu yang tepat bagi Arne Slot untuk sedikit lebih langsung. Biarkan para penyerang yang menentukan kemenangan, dan pastikan barisan belakang tidak terbuka setiap kali kehilangan bola," tambahnya.
Carragher juga menyoroti kebiasaan Slot menurunkan Milos Kerkez di bek kiri dan Conor Bradley di bek kanan yang menurutnya sering kali meninggalkan celah di pertahanan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
