Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 00.48 WIB

Tragedi Pertandingan di Langit Bolivia: Oksigen Jadi Senjata Tambahan Pemain

José María Giménez, terlihat menghirup oksigen di tengah laga melawan Bolivia, pertarungan bukan hanya melawan lawan, tapi juga udara tipis El Alto. (thesun.co.uk) - Image

José María Giménez, terlihat menghirup oksigen di tengah laga melawan Bolivia, pertarungan bukan hanya melawan lawan, tapi juga udara tipis El Alto. (thesun.co.uk)

JawaPos.com - Pertandingan Bolivia vs Uruguay pada 26 Maret 2025 di Stadion El Alto sempat menyita perhatian dunia. Berada di ketinggian 4.150 meter, laga ini membuat para pemain Uruguay kesulitan bernapas. Bek José María Giménez bahkan harus menggunakan tabung oksigen di pinggir lapangan.

“Benar-benar gila bermain di sini, bukan hanya karena kurangnya oksigen, tapi juga karena cara bola bergerak dan melayang,” ujar Giménez kala itu, dikutip dari Olé. Ia tampak terengah-engah dan duduk bersandar sambil mengenakan masker oksigen.

Stadion El Alto dikenal sebagai salah satu venue tertinggi di dunia. Udara tipis di sana membuat tubuh sulit beradaptasi, terutama bagi tim tamu. Beberapa pemain Uruguay lainnya juga dilaporkan menggunakan bantuan oksigen selama pertandingan.

Meski laga berakhir imbang 0-0, insiden ini memicu perdebatan soal keamanan bermain di ketinggian ekstrem. “Kami datang untuk bertanding, bukan untuk bertaruh nyawa,” ujar salah satu staf medis Uruguay kepada Nogomania.

Federasi Uruguay belum mengajukan protes resmi, namun FIFA didesak untuk meninjau ulang regulasi venue pertandingan internasional. Banyak pihak menilai bahwa batas ketinggian harus ditetapkan demi keselamatan pemain.

Bagi Bolivia, bermain di El Alto adalah bagian dari identitas nasional. Namun insiden ini menunjukkan bahwa risiko kesehatan nyata dan tak bisa diabaikan. “Ini bukan soal taktik, ini soal bertahan hidup,” tulis The18 dalam laporannya.

Rekaman Giménez mengenakan masker oksigen viral di media sosial dan memicu simpati dari penggemar sepak bola. Banyak yang mempertanyakan apakah pertandingan seperti ini seharusnya tetap digelar tanpa protokol medis khusus.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal strategi, tapi juga soal lingkungan yang bisa memengaruhi keselamatan. FIFA diharapkan segera mengambil langkah evaluatif sebelum insiden serupa terulang. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore