Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 20.20 WIB

Liga Serbia Berduka, Pelatih Radnicki 1923 Mladen Zizovic Meninggal Dunia saat Pertandingan Berlangsung

Pelatih klub Radnicki 1923, Mladen Zizovic meninggal dunia saat pertandingan. (@UEFA/X). - Image

Pelatih klub Radnicki 1923, Mladen Zizovic meninggal dunia saat pertandingan. (@UEFA/X).

JawaPos.com - Seorang pelatih top asal Bosnia, Mladen Zizovic meninggal dunia secara mendadak setelah mengalami serangan jantung di pinggir lapangan ketika memimpin pertandingan klub Serbia, Radnicki 1923, melawan Mladost Lucani.

Tragedi memilukan ini terjadi pada Senin (3/11) yang membuat para pemain terpukul hingga menangis di lapangan.

Insiden itu bermula ketika Zizovic yang tiba-tiba tersungkur di area bangku pelatih (dug-out) pada menit ke-22 pertandingan Liga Serbia. Tim medis segera memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke rumah sakit.

Pertandingan sempat dihentikan oleh wasit dan kemudian dilanjutkan kembali setelah pelatih berusia 44 tahun itu dilarikan ke rumah sakit.

Namun, tak lama kemudian, kabar duka datang. Para pemain dan staf pelatih Radnicki 1923 diberitahu bahwa Zizovic telah meninggal dunia akibat serangan jantung.

Suasana berubah haru seketika, banyak pemain menangis dan saling berpelukan di tengah lapangan. Pertandingan pun akhirnya dihentikan sepenuhnya oleh wasit.

Dilansir dari Daily Mail, Zizovic sendiri baru ditunjuk sebagai pelatih Radnicki 1923 pada 23 Oktober 2025 dan laga itu merupakan pertandingan ketiganya bersama tim.

Sebelumnya, Zizovic sempat melatih Borac Banja Luka di Bosnia dan berhasil membawa klub itu melaju hingga babak 16 besar UEFA Europa Conference League pertama kali dalam sejarah mereka.

Federasi Sepak Bola Serbia (FSS) menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Zizovic.

“Kepergiannya yang terlalu cepat merupakan kehilangan besar bagi seluruh komunitas sepak bola,” tulis FSS melalui akun X-nya.

Klub Radnicki 1923 pun turut merilis ucapan duka yang menyebut Zizovic sebagai sosok yang berwibawa, profesional, dan dicintai semua pihak.

“Klub kami tidak hanya kehilangan seorang pakar hebat, tetapi juga seorang pria, sahabat, dan insan olahraga yang baik hati dengan pengetahuan, energi, dan kemurahan hatinya meninggalkan jejak mendalam di hati semua orang yang mengenalnya,” tulis klub.

Selain itu, Federasi Sepak Bola Bosnia dan Herzegovina juga mengungkapkan rasa kehilangan atas wafatnya sang pelatih yang pernah membela tim nasional Bosnia sebanyak dua kali.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore