Trent Alexander-Arnold (kiri) dan Jamie Carragher (kanan). (SPORTbible)
JawaPos.com – Bek legendaris Liverpool, Jamie Carragher memberikan pembelaan yang tegas terkait sambutan negatif dari penggemar Liverpool di Anfield terhadap Trent Alexander-Arnold. Carragher menyatakan bahwa para fans merasa seolah-olah telah "ditipu" oleh lulusan akademi Merseyside tersebut.
Keputusan Alexander-Arnold untuk meninggalkan The Reds dan bergabung dengan Real Madrid di tengah kontroversi pada musim panas lalu telah memicu kemarahan di kalangan penggemar. Pemain yang merupakan penggemar tim sejak kecil ini membiarkan kontraknya berakhir, yang membuat banyak pendukungnya merasa dikhianati.
Setelah berita tentang kepergiannya mulai beredar pada akhir musim lalu, para penggemar Liverpool tidak segan-segan untuk mencemooh Alexander-Arnold. Permusuhan ini terus berlanjut selama enam bulan berikutnya, menunjukkan betapa mendalamnya rasa kecewa para fans.
Sebelum pertandingan antara Real Madrid dan Liverpool pada Rabu (5/11), sebuah mural yang didedikasikan untuk pemain timnas Inggris tersebut dirusak. Mural itu diubah dengan tulisan "adios el rata," yang merupakan ungkapan dalam bahasa Spanyol yang kurang lebih berarti "selamat tinggal tikus."
Xabi Alonso, pelatih Real Madrid, hanya memberikan sembilan menit waktu bermain kepada Alexander-Arnold dari bangku cadangan dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 1-0. Namun, setiap kali Alexander-Arnold menyentuh bola, ia disambut dengan siulan dan cemoohan dari pendukung Liverpool.
Peter Schmeichel, mantan kiper ikonik Manchester United, mengkritik perlakuan yang diterima Alexander-Arnold dari penggemar di Anfield. Ia menyebut perlakuan itu sebagai hal yang menjijikkan dan menekankan bahwa Alexander-Arnold telah memberikan 20 tahun kariernya kepada Liverpool dan seharusnya disambut sebagai pahlawan.
Namun, Jamie Carragher memberikan tanggapan yang berbeda. Ia membela penggemar Liverpool yang mencemooh bek kanan berusia 27 tahun tersebut. "Saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, Schmeichel. Suporter menentukan reaksi seperti apa yang akan ia dapatkan," ucap Carragher.
Lebih lanjut, Carragher menjelaskan bahwa selama 20 tahun kariernya, Alexander-Arnold telah berperan sebagai sosok yang mewakili semangat Liverpool di lapangan. "Para suporter di stadion tidak menginginkan ia pergi dengan status bebas transfer dan bermain untuk Real Madrid. Ini adalah kariernya dan dia hanya memiliki satu kesempatan," tambahnya.
Carragher juga menyoroti pernyataan Alexander-Arnold yang menyatakan bahwa Liverpool adalah satu-satunya tim untuknya dan keinginannya untuk menjadi kapten serta legenda di klub tersebut. "Jika itu benar, maka Anda tidak seharusnya pergi ketika baru saja memenangkan gelar liga," jelas Carragher.
"Anda memiliki kesempatan untuk pergi dan memenangkan lebih banyak trofi bersama klub. Bergabung dengan tim yang telah mengalahkan Anda dua kali di final Liga Champions dan ingin bersaing lebih ketat demi meraih lebih banyak Liga Champions? Saya sangat memahami reaksi para suporter."
"Sebagian besar dari mereka merasa telah ditipu oleh Trent selama ia berada di klub, terutama dalam setahun terakhir di mana ia tidak melakukan wawancara media atau memberikan pernyataan apa pun," tutup Carragher, menggarisbawahi frustrasi yang dirasakan para penggemar.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
