Gennaro Gattuso saat menghadiri konferensi pers usai Timnas Italia menang atas Moldova. (EPA)
JawaPos.com – Gennaro Gattuso membela penampilan anak asuhnya saat Timnas Italia menang 2-0 atas Moldova, yang diraih dengan susah payah dan 'tidak bisa menerima' ejekan dari para suporter.
Sulit untuk menciptakan antusiasme di Stadion Zimbru, Chisinau, karena Norwegia mengalahkan Estonia 4–1, yang semakin menegaskan bahwa Gli Azzurri tidak akan mampu mengejar mereka di puncak klasemen Grup I.
Pada pertandingan ini, Gattuso menciptakan banyak perubahan termasuk penggunaan formasi 4-4-2. Meskipun mereka mendominasi Moldova dengan penguasaan bola dan berbagai peluang, momentumnya seakan meredup.
Baru ketika para pemain pengganti masuk sejak menit ke-65, suasana tim Italia kembali memanas. Pada menit ke-88, sundulan Gianluca Mancini membuka skor, diikuti oleh gol penutup Francesco Pio Esposito di masa injury time.
"Apa maksudmu ini bukan penampilan terbaik Italia? Saya melihat para pemain mendominasi pertandingan, Moldova tidak pernah melepaskan tembakan tepat sasaran," ujar Gattuso kepada RAI Sport ketika ditanya tentang pertandingan yang menyulitkan Azzurri tersebut.
"Jika Anda mengharapkan skor 11-1 seperti yang diraih Moldova ketika melawan Norwegia, maka itu bukan masalah saya. Tidak ada pertandingan yang mudah," tambahnya seakan-akan meluapkan emosi.
Tidak banyak suporter Italia yang hadir di tribun penonton Stadion Zimbru, tetapi beberapa dari mereka melakukan protes menjelang akhir pertandingan ketika skor masih imbang tanpa gol untuk tim unggulan seperti asuhan Gattuso.
"Saya merasa tidak enak dengan apa yang saya dengar dari penonton (Italia) hari ini, nyanyian yang menyuruh kami untuk bekerja keras. Inilah saatnya kami harus tetap bersatu, tim sedang melakukan apa yang perlu mereka lakukan."
“Datang jauh dari rumah dan mendengar sekitar 500 suporter (Italia) menghina para pemain, saya tidak terima itu," ungkap juru taktik berusia 47 tahun itu soal kegusarannya mendengar protes dari supporter Italia.
Ini pertama kalinya Italia memenangkan enam pertandingan di babak kualifikasi, tetapi itu tidak akan cukup membawa ke Piala Dunia 2026, karena Norwegia memimpin klasemen dengan selisih gol (+29) berbanding (+12). Gattuso langsung mengeluh soal aturan kualifikasi ini.
“Itu bukan pertanyaan bagi saya, melainkan bagi siapa pun yang menyusun aturan dan grup (kualifikasi Piala Dunia). Pada tahun 1994 hanya ada dua tim Afrika di Piala Dunia, sekarang harus ada lebih banyak dan terus bertambah,” jawab Gattuso.
“Pada masa saya, tim teratas di setiap grup akan lolos, ditambah runner-up terbaik. Kami sudah mengumpulkan 18 poin, memenangkan enam pertandingan, dan kami masih harus menjalani dua pertandingan lagi untuk lolos. Rasanya tidak tepat,” pungkasnya.
Italia akan menjamu Norwegia di San Siro pada Senin (17/11), tetapi bahkan dengan kemenangan untuk mengejar mereka dalam perolehan poin, praktis mustahil untuk membalikkan selisih gol yang sangat besar.
Artinya, mereka sudah harus siap menatap babak play-off, yang akan dimulai dengan babak semifinal pada Maret 2026.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
