Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 November 2025, 17.06 WIB

Pelatih Timnas Nigeria Minta Maaf usai Sebut RD Kongo Pakai Dukun saat Adu Penalti

Pelatih timnas Nigeria Eric Chelle. (Dok. Eric Chelle) - Image

Pelatih timnas Nigeria Eric Chelle. (Dok. Eric Chelle)

JawaPos.com–Polah pelatih timnas Nigeria Eric Chelle sempat viral usai timnya tersisih di playoff Piala Dunia 2026 zona Afrika. Chelle terekam melotot dan mendatangi ke arah ofisial serta pemain Republik Demokratik (RD) Kongo.

Pada final playoff zona Afrika Senin (17/11) di Rabat, Maroko; Nigeria kalah adu penalti dengan skor 3-4 dari DR Kongo. Di waktu normal, kedua tim bermain imbang 1-1.

Dari rekaman yang diunggah ESPN Africa, pelatih Nigeria Chelle saat distop wartawan di mixed zone berkata kalau saat adu penalti salah satu ofisial RD Kongo melakukan praktik voodoo atau ilmu hitam. Itu membuat dia kesal.

“Setiap saat, berulang kali dan itu membuat saya gugup. Mereka menyiramkan air atau entahlah apa itu,” kata Chelle dikutip dari ESPN Africa.

Sebelum di mixed zone, usai laga di ruang konferensi pers pun Chelle mengemukakan hal yang sama. Tanpa sungkan Chelle menuding kalau ofisial RD Kongo berbuat curang dengan ilmu hitam saat adu penalti.

“Orang-orang RD Kongo sedang melakukan maraboutage,” ujar eks pelatih timnas Mali itu.

Maraboutage secara harfiah berarti orang suci Muslim. Namun marabout memiliki konotasi dukun di kawasan Afrika Utara.

The Athletic dalam artikelnya mencoba menanyakan kepada salah satu staf kepelatihan RD Kongo soal tudingan itu. Staf kepelatihan yang enggan menyebut namanya itu menolak mentah-mentah tuduhan itu.

Nah, sadar kalau ucapannya di mixed zone dan konferensi pers viral di media sosial, Chelle rupanya malu. Pelatih 48 tahun itu lantas menarik tuduhan itu dan meralatnya.

“Saya meminta maaf atas ucapan kepada semua pihak di RD Kongo. Sepak bola adalah soal emosi. Setelah pertandingan, saya bereaksi berlebihan karena pertengkaran dengan seorang anggota staf RD Kongo yang mencoba masuk ke area teknis saya,” terang Chelle dalam akun media sosialnya.

“Saya tidak pernah bermaksud untuk menyerang rakyat RD Kongo atau staf mereka, Saya kecewa kami tersingkir, tetapi bangga dengan para pemain. Selamat untuk RD Kongo, yang merupakan tim yang lebih baik dari kami,” papar Chelle. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore