Cristian Chivu menghadiri konferensi pers. (Dok Inter Milan)
JawaPos.com – Cristian Chivu mengungkapkan rasa sakit hati setelah Inter Milan menelan kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid di Stadion Metropolitano pada Kamis (27/11). Dia menyebut hasil ini menyakitkan bagi semua orang, karena banyak penyesalan dan bukan hanya berkaitan dengan gol sundulan yang terjadi di akhir pertandingan.
Nerazzurri masih merasakan dampak dari kekalahan sebelumnya, di mana mereka tumbang 0-1 dari rival sekota, AC Milan, di Serie A. Kini, mereka bertekad untuk bangkit dan mempertahankan catatan sempurna di Liga Champions.
Kontroversi terjadi di awal laga saat gol Julian Alvarez disahkan meskipun ada dugaan handball oleh Alex Baena. Gol tersebut kemudian dibalas oleh Piotr Zielinski, yang membawa kedudukan menjadi imbang.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor 1-1, pada menit ke-93, Jose Maria Gimenez melompat tinggi dan menyundul bola dari tendangan sudut Antoine Griezmann, memastikan kemenangan Atletico dengan skor 2-1.
“(Kekalahan) Ini menyakitkan bagi semua orang, karena ada banyak penyesalan. Kami datang ke sini dengan semangat untuk melakukan banyak hal, lebih dari sekadar pulang dengan tangan kosong," dalam wawancaranya dengan Sky Sport Italia.
Dia melanjutkan, "Kami memulai dengan cukup baik, lalu kebobolan gol, tetapi kami memiliki kekuatan dan keberanian untuk bereaksi, menunjukkan kualitas dan intensitas. Namun, kami mulai bertahan sedikit lebih dalam, sebagian karena lawan pantas dipuji atas tekanan yang mereka berikan kepada kami."
Chivu juga menambahkan, "Ada beberapa peluang serangan balik yang sayangnya tidak kami manfaatkan dengan baik. Di menit-menit terakhir, tendangan sudut ini datang tiba-tiba. Kami memiliki pemain bertahan terbaik di kotak penalti untuk mengatasi situasi bola mati, tetapi kami tetap kebobolan."
Dia menekankan pentingnya tim untuk mengetahui bagaimana bereaksi dan menyadari kekuatan mereka, serta memahami momen-momen dalam pertandingan. "Mereka harus lebih konkret dan klinis, tidak hanya terfokus pada permainan indah," lanjut Chivu.
“Itulah yang kami coba lakukan malam ini. Kami siap menghadapi tekanan tinggi dari mereka, dan meskipun kami tidak menjaga terlalu ketat, kami lengah dan itu yang menyebabkan gol pertama terjadi. Kami bereaksi dengan tekad dan kualitas untuk menyamakan kedudukan, tetapi tidak mampu mempertahankan hasil hingga akhir, atau memanfaatkan serangan balik untuk meraih kemenangan,” tutup manajer berusia 45 tahun tersebut.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
