Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Desember 2025, 00.23 WIB

Curhat ke Raphinha? Ekspresi Lesu Hansi Flick Usai Menang atas Deportivo Alaves Viral, Ini Penjelasan Barcelona!

Pelatih Kepala FC Barcelona, Hansi Flick. (Dok. X/@FabrizioRomano)  - Image

Pelatih Kepala FC Barcelona, Hansi Flick. (Dok. X/@FabrizioRomano) 

JawaPos.com - FC Barcelona berhasil bangkit dari kekalahan menyakitkan melawan Chelsea dengan meraih kemenangan 3-1 atas Deportivo Alaves di Spotify Camp Nou. 

Namun, kemenangan itu tidak membuat Hansi Flick sepenuhnya puas. Pelatih asal Jerman tersebut bahkan menegaskan bahwa masih banyak aspek permainan yang harus diperbaiki.

Di tengah suasana kemenangan, sebuah foto Flick yang duduk di bangku cadangan dengan ekspresi sedih dan lelah menjadi viral. 

Dalam gambar itu, ia tampak frustrasi sebelum akhirnya dihampiri Raphinha, yang kemudian mengajaknya berbicara. 

Momen tersebut memunculkan spekulasi soal kondisi internal tim, terlebih setelah muncul laporan yang menyebut Flick merasa “lelah dan tidak berdaya” setelah satu pekan yang berat.

Penjelasan dari Barcelona

Menurut laporan Mundo Deportivo, Barcelona membantah adanya masalah internal dalam tim. Klub menegaskan bahwa ekspresi Flick bukan disebabkan isu ruang ganti, melainkan rangkaian kejadian yang membuatnya kesal selama pertandingan.

Salah satu pemicu utama adalah kartu merah yang diberikan kepada pelatih kiper Jose Ramon de la Fuente dan asisten Marcus Sorg akibat protes dari bangku cadangan. 

Insiden itu membuat Flick frustrasi, apalagi ia akan kehilangan dua staf penting tersebut pada laga-laga krusial berikutnya melawan Atletico Madrid dan Real Betis. Selain itu, Flick juga marah karena penalti untuk Lamine Yamal di babak pertama tidak diberikan. 

Yamal dijatuhkan oleh Victor Parada di kotak penalti, namun wasit Miguel Angel Ortiz Arias tidak mengambil tindakan, dan VAR pun tidak ikut campur. Keputusan itu membuat suasana makin panas di kubu Barcelona.

Raphinha, Pendengar di Momen Sulit

Dengan berbagai kejadian yang berlangsung dalam satu pertandingan, Flick menutup laga dengan rasa kesal yang cukup jelas meskipun tim meraih tiga poin. 

Dalam situasi itu, Raphinha—salah satu pemain yang memiliki pengaruh kuat di ruang ganti—menjadi sosok yang mendekatinya dan menjadi tempat Flick mencurahkan rasa frustrasinya.

Kemenangan tetap kemenangan, tetapi bagi Flick, malam itu justru meninggalkan catatan panjang yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan skor 3-1.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore