Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Desember 2025, 14.59 WIB

Fulham Kalah Dramatis 4-5 dari Manchester City, Marco Silva Ambil Positifnya

Marco Silva kritik keputusan wasit Premier League saat kontra Aston Villa. (@FulhamFC/X) - Image

Marco Silva kritik keputusan wasit Premier League saat kontra Aston Villa. (@FulhamFC/X)

JawaPos.com - Marco Silva menegaskan bahwa meskipun Fulham mengalami kekalahan tipis dalam laga penuh drama melawan Manchester City, ada berbagai hal positif yang bisa diambil. Pertandingan yang berlangsung pada Rabu (4/12) dini hari itu berakhir dengan skor 5-4 untuk The Citizens di Craven Cottage, di mana Erling Haaland mencatatkan rekor sebagai pemain tercepat yang mencetak 100 gol di Liga Inggris.

Fulham memulai pertandingan dengan tidak baik, di mana Tijjani Reijnders dan Phil Foden berhasil membawa City unggul 3-0. Namun, sundulan cemerlang dari Emile Smith Rowe di akhir babak pertama memberikan harapan bagi tuan rumah dengan memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.

Setelah jeda, Foden mencetak gol keduanya hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai, diikuti oleh gol bunuh diri dari Sander Berge yang menambah keunggulan City menjadi 4-1 pada menit ke-54. Namun, Fulham tidak menyerah. Alex Iwobi mencetak gol pada menit ke-57.

Samuel Chukwueze kemudian mencetak dua gol cepat, memberikan harapan bagi Fulham untuk menyamakan kedudukan. Namun, harapan itu pupus ketika Josko Gvardiol berhasil menepis tendangan Josh King yang mengarah ke gawang di garis gawang, menutup pertandingan yang sangat dramatis di ibu kota.

Ini adalah pertandingan pertama Fulham melawan tim papan atas yang menghasilkan sembilan gol atau lebih sejak kekalahan 7-2 di West Ham pada Februari 1968, serta yang pertama di kandang sendiri sejak kekalahan 6-3 dari Aston Villa pada September 1965. Silva mengungkapkan,

"Tentu saja, kami mengambil banyak hal positif dari pertandingan ini, tetapi perasaannya tidak sebaik yang Anda harapkan," kepada BBC Match of the Day.

"Sebelum pertandingan, kami punya ambisi dan kondisi, saya yakin, untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Rasa hormat yang sebesar-besarnya untuk City."

Silva juga mencatat bahwa timnya tidak memulai dengan baik, terutama di 20 menit pertama, yang membuat mereka kebobolan gol dengan mudah.

Reaksi tim setelah kebobolan gol selalu positif, bahkan setelah tertinggal 1-0, Fulham memiliki peluang besar untuk menyamakan kedudukan. "Ini adalah pertandingan di mana Anda mencetak empat gol dan kalah di kandang sendiri, perasaan itu tidak bagus," katanya.

"Saya bilang ke para pemain saat jeda babak pertama: 'Saya rasa kalian akan mencetak gol di babak kedua'. Di menit-menit awal babak kedua, kami langsung kebobolan."

Fulham kini mencatatkan kekalahan di kandang saat mencetak empat gol untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka, sebelumnya mereka kalah 6-4 dari Leicester City di divisi dua pada bulan September 1952. Kekalahan ini juga berarti bahwa Cottagers menorehkan 16 kekalahan beruntun di Liga Inggris melawan City, serta kekalahan ke-19 di semua kompetisi, yang merupakan rekor buruk bagi mereka.

Namun, ada satu hal positif yang bisa diambil Fulham dari pertandingan ini, yaitu penampilan Chukwueze. Pemain pengganti ini menunjukkan performa yang mengesankan dengan mencetak dua gol setelah sebelumnya tampil baik saat mengalahkan Tottenham. Dia mencatatkan total tembakan tertinggi di tim (empat), serta memiliki sentuhan di kotak penalti lawan (tiga) dan dribel sukses (dua). Hanya Iwobi (23) dan Berge (14) yang memiliki lebih banyak umpan di sepertiga akhir dibandingkan Chukwueze yang mencatatkan 13 umpan.

Chukwueze mengekspresikan kegembiraannya setelah mencetak dua gol pertamanya di Liga Primer.

"Pertandingan yang gila. Saya suka semangat tim, hampir bangkit. Sulit untuk menerima ini, tapi kami tetap semangat. Saya yakin, kami yakin kami bisa mencetak gol berikutnya. Tapi kami harus melupakannya," tutupnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore