
Gerard Martin, bek kiri Barcelona yang berubah jadi solusi darurat tak terduga. (Dok. Instagram/@gerardmaartin)
JawaPos.com - Barcelona memulai musim ini dengan kondisi yang agak rapuh di lini belakang. Ditambah kepergian Inigo Martinez ke Arab Saudi tanpa ada pengganti, Blaugrana jelas berada dalam situasi kekurangan bek tengah.
Cedera Andreas Christensen dan absennya Ronald Araujo karena masalah kesehatan mental membuat Hansi Flick hampir tak pernah memiliki pilihan lengkap di posisi yang paling krusial itu.
Ketidakidealan tersebut memaksa staf pelatih mengambil langkah improvisasi. Dengan tidak adanya bek tengah kidal alami dalam skuad, mereka memutuskan melakukan eksperimen: Gerard Martin, yang sejatinya merupakan bek kiri, dicoba berduet dengan Pau Cubarsi sebagai bek tengah sementara.
Eksperimen yang Membuahkan Hasil
Percobaan itu ternyata menjadi keputusan yang tepat. Martin tampil luar biasa dalam tiga laga La Liga terakhir ketika ditempatkan di posisi barunya. Dua laga solid melawan Athletic Club dan Alaves membuat banyak orang terkesan, namun tetap muncul keraguan saat ia harus menghadapi tantangan lebih berat: Atletico Madrid.
Meski begitu, Flick tidak goyah. Pelatih asal Jerman tersebut percaya pemain 23 tahun itu siap mengambil langkah besar, dan kepercayaannya terbukti tidak sia-sia. Martin kembali tampil meyakinkan, memperkuat keyakinan bahwa ia memang bisa diandalkan di jantung pertahanan.
Efek Domino di Bursa Transfer
Menurut laporan SPORT, performa gemilang Martin membuka jalan bagi Barcelona untuk menghentikan rencana mendatangkan bek tengah baru pada Januari. Keputusan ini tentu tidak menutup kemungkinan pembahasan lebih lanjut pada bursa transfer musim panas, tetapi untuk sementara, Martin dianggap solusi internal yang efektif.
Padahal, masa depan Martin sendiri sempat menggantung musim panas lalu. Dua klub Premier League—Everton dan Wolverhampton—bahkan mengajukan tawaran sekitar €15 juta. Barcelona saat itu cukup terbuka untuk melepasnya, tetapi Martin memilih bertahan.
Bahkan, Barcelona sampai menghubungi Alejandro Grimaldo sebagai antisipasi jika ia pergi. Namun karena tak ada yang berubah, Martin tetap berada di Camp Nou.
Sekarang, kondisi skuad yang unik justru membuka kesempatan tak terduga baginya. Ia, yang biasanya menjadi pelapis Alejandro Balde di bek kiri, kini berubah peran menjadi opsi bek tengah sisi kiri yang sangat diperhitungkan.
Flick dan staf pelatih menilai bahwa ada dua kualitas utama yang membuat Martin cocok dengan peran barunya, yakni: Kecepatan dan positioning yang sangat baik, membuatnya tampil solid dalam situasi bertahan. Serta, kemampuan membawa bola yang memberi Barcelona jalur progresi serangan dari belakang.
Gabungan dua aspek tersebut membuatnya terasa seperti potongan puzzle yang selama ini hilang di sistem Flick. Mirip dengan musim lalu, pelatih Jerman itu kembali menemukan starter baru melalui keadaan darurat, dan lagi-lagi eksperimen itu berhasil.
Dengan perkembangan positif ini, Barcelona bisa saja menghindari pengeluaran signifikan di bulan Januari, sebuah keuntungan besar mengingat kondisi finansial klub yang masih harus berhati-hati.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
