
Sean Dyche (Instagram.com/nffc)
JawaPos.com - Sean Dyche mengungkapkan masalah yang dialaminya di akhir masa jabatannya di Everton menjelang kembali ke Merseyside bersama Nottingham Forest pada Sabtu (6/12) pukul 22.00 WIB.
Dyche menggantikan Frank Lampard pada Januari 2023 dan membawa klub tersebut bertahan di Liga Inggris pada musim itu, sebelum melanjutkan kesuksesannya dengan membuat keajaiban pada musim berikutnya.
Everton finis di posisi ke-15 pada musim 2023/2024 meskipun klub tersebut dikurangi delapan poin karena dua pelanggaran aturan keuangan yang terpisah, tetapi ia dipecat pada awal tahun ini.
Secara keseluruhan, Dyche memenangkan 26 dari 84 pertandingannya di semua kompetisi dan ditunjuk sebagai penerus Ange Postecoglou di City Ground pada bulan Oktober.
Dan mantan bos Burnley itu telah membuat awal yang bagus bersama Forest, dan menjelang kembali ke Everton, ia memuji David Moyes atas pekerjaan yang telah dilakukannya sejak bergabung kembali dengan klub.
"Sulit. Saya katakan secara terbuka bahwa situasi ini sangat sulit untuk diatasi, dan saya sangat bangga dengan apa yang kami semua lakukan," kata Dyche tentang masa-masanya bersama The Toffees.
"Bukan hanya saya sebagai manajer, tetapi ada banyak orang yang terlibat dalam memastikan bahwa klub melewati masa yang sangat sulit di dalam dan luar lapangan."
"Waktunya mungkin sudah tiba (ketika dia dipecat), begitulah adanya. Pemain semakin berkurang, tekanan mulai datang, dan saya pikir perubahan akan berhasil, dan itu sudah terjadi."
"Moysey (David Moyes), dengan sejarahnya bersama klub dan pengetahuannya tentang Liga Inggris, melakukan pekerjaan dengan baik seperti yang saya duga."
Setelah awal musim yang penuh gejolak, Forest kini unggul empat poin dari zona degradasi tetapi akan menghadapi Everton yang dalam performa menanjak berada di posisi 10 besar.
Jack Grealish mencetak satu-satunya gol di babak kedua saat Toffees mengalahkan Bournemouth 1-0 di Vitality Stadium, kemenangan pertama mereka melawan Cherries di liga saat tandang.
Everton juga pantas meraih kemenangan, mencatatkan perkiraan gol (xG) sebesar 1,44 dari 13 tembakannya, sedangkan Bournemouth 0,5 dari lima percobaannya.
"Itu adalah kemenangan yang luar biasa bagi kami karena Everton tidak pernah benar-benar menjadi tempat yang menyenangkan dalam beberapa tahun terakhir," kata Moyes.
"Bournemouth bermain sangat baik tahun ini, jadi kami mungkin bisa mengalahkan mereka di waktu yang tepat. Mereka mengalami beberapa cedera dan skorsing, begitu pula kami."
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
