
Suporter Feyenoord bakar kafe menjelang laga Steaua vs Feyenoord. (www.instagram.com)
JawaPos.com-Insiden memalukan terjadi di Bucharest, Rumania, sebelum pertandingan Steaua Bucuresti kontra Feyenoord Rotterdam pada Jumat (11/12).
Sebuah kafe bernama Amsterdam dibakar sekelompok suporter Feyenoord hanya karena namanya identik dengan kota rival utama klub tersebut, Ajax Amsterdam. Peristiwa itu berlangsung singkat namun menimbulkan kerusakan cukup besar.
Bagian depan kafe rusak berat, dan beberapa ruangan di dalamnya hangus sebelum api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Tidak ada korban luka, tetapi pemilik usaha tersebut mengalami kerugian materi signifikan.
Pemilik kafe menegaskan, kafenya tidak memiliki hubungan apa pun dengan Ajax. Nama Amsterdam dipilih semata-mata sebagai konsep tema kafe.
Rivalitas Ajax dan Feyenoord memang dikenal sebagai salah satu yang paling sengit di sepak bola Eropa. Pertandingan antara keduanya kerap berjalan panas, sementara bentrokan antar kelompok suporter sudah menjadi catatan panjang sejak puluhan tahun lalu.
Meski demikian, kejadian di Bucharest kali ini dianggap melampaui batas. Sebab, berlangsung di luar Belanda dan menyasar tempat yang sama sekali tidak terlibat dalam rivalitas tersebut.
Kejadian ini menciptakan suasana tegang di ibu kota Rumania menjelang laga. Aparat keamanan memperketat pengawasan di sekitar area stadion dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi titik kumpul suporter.
Otoritas lokal menyatakan bahwa proses identifikasi pelaku sedang berlangsung dan tindakan hukum akan diberlakukan sesuai regulasi yang berlaku.
Terlepas dari insiden tersebut, pertandingan antara Steaua Bucuresti dan Feyenoord menghadirkan tontonan yang menarik. Laga berlangsung terbuka dan penuh peluang sejak awal, sebelum akhirnya Steaua keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 4–3.
Gol penentu tercipta pada menit-menit akhir dan disambut meriah oleh pendukung tuan rumah. Kemenangan itu sempat mengangkat suasana stadion, tetapi tidak sepenuhnya mampu menutupi sorotan negatif terhadap perilaku sebagian suporter Feyenoord.
Banyak pihak menilai tindakan tersebut merusak citra klub dan menunjukkan bagaimana rivalitas yang seharusnya terbatas pada lapangan bisa berubah menjadi tindakan yang merugikan masyarakat.
Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa rivalitas sepak bola mestinya tetap berada dalam batas wajar. Aksi di Bucharest menunjukkan bagaimana fanatisme yang berlebihan dapat memicu kerusakan di tempat yang sama sekali tidak terkait. Sepak bola pada akhirnya adalah hiburan, bukan alasan untuk membawa dendam klub ke negara lain.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
