Pelatih Kepala Sevilla, Matias Almeyda. (X/@jmrodriguezper)
JawaPos.com - Kemenangan telak dalam lanjutan LaLiga jadi penutup tahun yang manis di Ramon Sanchez-Pizjuan. Menjelang rapat umum pemegang saham, Sevilla berhasil menutup tahun kompetisi di hadapan publik Nervion dengan hasil menyakinkan melawan Real Oviedo, dalam pertemuan pertama setelah 25 tahun, tim berjuluk Los Hispalenses tampil dominan, serta meraih kemenangan telak, kendati dihadapkan pada badai cedera yang cukup merugikan.
Kemenangan ini krusial, tidak hanya untuk memvalidasi hasil imbang melawan Valencia sebelumnya, tetapi juga untuk mempertegas perbaikan performa dan penguatan mental tim menjelang jeda. Sebaliknya, Oviedo, yang saat itu berada dalam situasi tertekan dan baru-baru ini memecat pelatihnya, gagal memberikan perlawanan berarti. Bagi Sevilla, meraih poin penuh di kandang menjadi tuntutan wajib.
Dilansir melalui laman Marca, pelatih kepala Sevilla, Matias Almeyda, kembali menerapkan skema taktikal konservatif serupa saat bertandang ke Mestalla (lima pemain bertahan disokong oleh tiga gelandang).
Almeyda hanya melakukan dua perubahan terpaksa dalam starting eleven, memasukan Fabio Cardoso dan Alexis menggantikan Azpilicueta dan Peque. Kepercayaan terhadap pemain muda akademi seperti Castrin dan Oso terbukti tepat. Mereka, bersama Carmona, Manu Bueno, dan Miguel Sierra, menjadi pilar penting di tengah krisis pemain.
Sevilla tampil cenderung menunggu, menyerahkan inisiatif penguasaan bola kepada Oviedo, dan fokus pada pertahanan berlapis dengan transisi serangan yang cepat. Gelandang Agoume memainkan peran lebih ofensif, beroperasi dekat dengan lini serang. Skema ini langsung membuahkan hasil cepat.
Pada menit keempat, umpan terobosan Agoume berhasil dimanfaatkan Akor Adams untuk membuka skor. Adams, yang akan segera bergabung dengan timnas Nigeria di Piala Afrika, menunjukan kontribusi terbaiknya dengan terlibat dalam tiga dari empat gol, menegaskan efektivitasnya dalam strategi transisi cepat ini, termasuk dalam proses gol kedua yang dicetak Sow.
Pertandingan ini menjadi salah satu yang paling tenang bagi Sevilla dalam beberapa bulan terakhir. Sistem bertahan yang disiplin, dikombinasikan dengan intensitas kolektif, membuat mereka kokoh, terutama di sektor tengah.
"Para pemain mampu menafsirkan kebutuhan taktis dengan baik. Kami tidak akan menolak perubahan demi perbaikan," ujar Almeyda dikutip melalui laman Marca, Senin (15/12).
Di lini serang, efektivitas Sevilla meningkat tajam. Dari 13 percobaan tembakan, tujuh mengarah ke gawang. Mereka bahkan mampu mencetak dua gol sebelum setengah jam, capaian yang terakhir kali diraih pada Maret 2024. Pada babak kedua, Sevilla memegang kendali penuh, bahkan memenangkan penguasaan bola sebuah hal langka musim ini. Pesta gol ditutup oleh Mendy dan Ejuke, melengkapi kemenangan 4-0 yang spektakuler.
Kemenangan besar ini memberikan dorongan moral signifikan bagi Sevilla, yang kini mencatatkan kemenangan keenam musim ini, ketiga di kandang, dan clean sheet keempat. Lebih dari sekadar aspek emosional, tim ini semakin mampu beradaptasi dengan realitas kompetitif dan menerjemahkannya di lapangan. Dengan 20 poin, berada di posisi kesembilan, Sevilla menunjukkan tren positif melawan tim-tim papan bawah, sebuah cara ideal untuk menyudahi kalender tahunan di Nervion.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
