Kapten Kroasia, Luka Modric. (Dok. 3 Seas Europe)
JawaPos.com - Perdebatan soal siapa pemain terbaik sepanjang masa seolah tak pernah usai. Nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo hampir selalu jadi dua kandidat utama dalam diskusi ini. Namun, bagi Luka Modric, jawabannya ternyata berbeda dan cukup mengejutkan.
Melansir MARCA, legenda sepak bola Kroasia yang kini membela AC Milan itu justru memilih pemain Argentina lainnya sebagai GOAT versinya. Bukan Messi, bukan pula Cristiano Ronaldo, melainkan sosok ikonik yang sudah lama melegenda: Diego Maradona.
Modric, yang pernah merasakan kerasnya persaingan melawan Messi dan berbagi ruang ganti dengan Ronaldo, punya sudut pandang yang lahir dari pengalaman panjang di level tertinggi. Ia tidak sekadar menilai dari statistik atau trofi, tetapi dari aura dan pengaruh seorang pemain di lapangan.
Selama membela Real Madrid dari 2012 hingga 2025, Modric mencatatkan 591 penampilan dan mencetak 43 gol.
Masa itu juga menjadi periode paling sukses dalam karier klubnya, di mana ia berbagi panggung dengan Cristiano Ronaldo. Di sisi lain, ia berkali-kali berhadapan dengan Lionel Messi, baik di El Clasico maupun di level internasional.
Pertemuan terakhir Modric dengan Messi terjadi di semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Kroasia kalah 3-0 dari Argentina yang akhirnya keluar sebagai juara dunia. Dengan pengalaman menghadapi dua ikon besar sepak bola modern, banyak yang mengira Modric akan condong memilih salah satu dari mereka.
Namun, pilihannya justru jatuh pada legenda era sebelumnya.
"Diego Maradona adalah yang terhebat. Messi dan Diego adalah yang terhebat, tetapi Diego tetaplah Diego," ujar Modric berulang kali, menegaskan kekagumannya pada sang juara dunia 1986.
Ini bukan kali pertama Modric menunjukkan rasa hormatnya kepada Maradona. Dalam perbincangan dengan YouTuber Spanyol The Real Yesus, gelandang berusia 39 tahun itu memasukkan Maradona ke dalam daftar lima pemain terbaik versinya, bersama Ronaldo Nazario, Francesco Totti, Zvonimir Boban, dan Zinedine Zidane.
Menariknya, lagi-lagi tidak ada nama Messi maupun CR7 di daftar tersebut.
Momen emosional juga terjadi di Euro 2024, saat Modric menerima jersey Maradona dari seorang reporter ESPN.
"Suatu kehormatan. Saya sangat senang memiliki jersey ini. Diego adalah yang terhebat. Anda telah menyentuh hati saya dengan ini," ungkapnya dengan haru.
Kata-kata itu mempertegas bahwa bagi Modric, Maradona bukan sekadar legenda, melainkan idola sejati.
Di tengah nostalgia dan perdebatan soal GOAT, Modric tetap menatap ke depan. Ia sedang mempersiapkan diri untuk tampil di Piala Dunia kelimanya bersama Kroasia.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
