
Aubameyang dicoret dari Timnas Gabon usai gagal total di Piala Afrika 2025. (Instagram @auba)
JawaPos.com — Pemerintah Gabon Coret Pierre-Emerick Aubameyang dan Bruno Ecuele Manga, efek domino usai gagal di Piala Afrika 2025 menjadi tajuk besar yang mengguncang sepak bola Afrika. Keputusan keras ini menandai babak kelam Panthers setelah performa buruk yang dinilai mencoreng martabat negara.
Kegagalan total di Piala Afrika 2025 berujung konsekuensi berat bagi tim nasional Gabon. Pemerintah setempat memilih turun tangan langsung dengan serangkaian sanksi ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Langkah paling mengejutkan datang dari keputusan mencoret dua ikon sepak bola Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang dan Bruno Ecuele Manga.
Keduanya selama ini menjadi simbol kepemimpinan, pengalaman, dan prestasi Panthers di level internasional.
Tak hanya itu, pemerintah juga memutuskan menskors tim nasional Gabon hingga waktu yang belum ditentukan. Seluruh jajaran pelatih ikut dibubarkan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh pascakegagalan.
Keputusan tegas tersebut diumumkan menyusul hasil mengecewakan Gabon yang tersingkir di fase grup Piala Afrika 2025.
Pemerintah menilai performa tim tak sejalan dengan nilai etika, disiplin, dan keteladanan yang dijunjung tinggi negara.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah Gabon menyampaikan sikap tanpa kompromi terhadap kegagalan tersebut.
“Dengan mempertimbangkan performa memalukan tim nasional pada Piala Afrika 2025, pemerintah memutuskan membubarkan staf teknis, menskors tim nasional hingga pemberitahuan lebih lanjut, serta mencoret Bruno Ecuele Manga dan Pierre-Emerick Aubameyang dari tim nasional,” demikian pernyataan pemerintah.
Pemerintah Gabon juga menuntut Federasi Sepak Bola Gabon memikul tanggung jawab penuh atas situasi ini. Evaluasi struktural dinilai mutlak agar kegagalan serupa tidak kembali terulang.
Di ajang Piala Afrika 2025, Gabon terpuruk di dasar klasemen Grup F setelah kalah dalam tiga pertandingan fase grup. Hasil tersebut menempatkan Panthers sebagai salah satu tim dengan performa terburuk sepanjang turnamen.
Kekalahan paling menyakitkan terjadi pada laga terakhir melawan Pantai Gading. Gabon sempat unggul dua gol sebelum akhirnya runtuh dan kalah dramatis.
Baca Juga: Piala Afrika 2025: Timnas Uganda Nirmenang Tiga Laga, Main 11 Menit Pakai Tiga Kiper Kontra Nigeria
Keunggulan awal itu sirna setelah Pantai Gading bangkit lewat gol Jean-Philippe Krasso, Evan Guessand, dan Bazoumana Traore. Kekalahan tersebut seolah menjadi simbol rapuhnya mental dan konsistensi tim.
Pencoretan Aubameyang dan Ecuele Manga langsung memicu perdebatan luas di kalangan publik. Banyak pihak menilai keputusan ini terlalu keras, namun sebagian lain melihatnya sebagai bentuk tanggung jawab moral.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
