
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (Manchester United)
JawaPos.com - Bruno Fernandes mengalami kembali situasi yang familiar di Old Trafford, tepat setelah pemecatan Ruben Amorim oleh Manchester United. Ini bukanlah kali pertama bagi Fernandes melihat seorang manajer meninggalkan klub di tengah musim, yang membuatnya merasa perlu untuk mengambil sebagian dari tanggung jawab atas hasil akhir yang tidak memuaskan tersebut.
Amorim menjadi manajer kedua yang harus pergi dari Manchester United selama Fernandes menjabat sebagai kapten. Klub mengumumkan perpisahan dengan pelatih asal Portugal itu setelah hasil imbang yang mengecewakan, 1-1, melawan Leeds.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Amorim menegaskan bahwa ia tidak berniat mengundurkan diri, namun ia juga mengkritik beberapa individu di dalam klub yang dianggapnya tidak fokus pada tanggung jawab masing-masing. Ia menekankan posisinya sebagai manajer klub dan bukan sekadar pelatih kepala.
Bruno Fernandes sendiri diangkat menjadi kapten oleh Erik ten Hag pada tahun 2023, setelah statusnya sebagai sosok idola di Old Trafford semakin kuat. Saat itu, Fernandes menunjukkan kepemimpinan yang jelas, terutama ketika ia berusaha mengambil beban setelah posisi Ten Hag tidak lagi dapat dipertahankan.
Saat ini, situasi yang serupa kembali muncul. Di tengah kepergian Amorim, banyak pemain mungkin memilih untuk diam atau hanya mengucapkan pesan singkat. Namun, Fernandes memilih untuk bersikap terbuka mengenai hal ini.
Ia diyakini memiliki ikatan loyalitas yang kuat dengan Amorim, terutama setelah perannya yang signifikan dalam meyakinkan sang pelatih untuk tetap bertahan di klub pada musim panas lalu.
Menurut laporan dari Manchester Evening News, Fernandes menegaskan bahwa dirinya dan rekan-rekan satu tim seharusnya dapat berbuat lebih banyak untuk menyelamatkan masa depan Amorim di Old Trafford. Pernyataan tersebut mengingatkan pada sikap yang pernah ia tunjukkan saat Erik ten Hag dipecat sebelumnya.
"Ketika Anda melihat seorang manajer pergi, Anda harus bercermin terlebih dahulu," kata Fernandes kepada Sky Sports pada November 2024 setelah pemecatan Ten Hag.
"Saya berbicara dengan Erik ten Hag dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya meminta maaf dan merasa kecewa karena saya tidak bisa berbuat lebih banyak untuknya. Kami seharusnya bisa berbuat lebih baik."
Bruno juga mengungkapkan penyesalan karena dalam laga melawan Leeds, ia tidak bisa mencetak gol sehingga hasil pertandingan berakhir imbang.
"Saya tidak mencetak gol dan merasa bertanggung jawab karena biasanya saya adalah pemain yang banyak mencetak gol dan memberikan assist," ujarnya.
"Yang terpenting adalah dia menyadari hal itu. Setiap minggu adalah tantangan, tidak masalah menang atau kalah. Ini adalah minggu yang berbeda karena kita tahu Ruben sudah pergi," tutup bintang asal Portugal tersebut.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
