Liam Rosenior semakin dekat ke Stamford Bridge. (TEAMtalk)
JawaPos.com - Liam Rosenior resmi menjadi manajer tetap kelima Chelsea di era kepemilikan BlueCo. Kepergian mendadak Enzo Maresca di awal tahun baru langsung diikuti langkah cepat manajemen dengan merekrut Rosenior.
Pelatih tersebut sebelumnya mencuri perhatian lewat pekerjaannya bersama Strasbourg, klub Ligue 1 yang juga dimiliki BlueCo.
Rosenior kini telah menyelesaikan kepindahannya ke Stamford Bridge dengan kontrak lima setengah tahun, sebuah keputusan yang di satu sisi menunjukkan kepercayaan besar Chelsea, namun di sisi lain memicu kemarahan sebagian pendukung Strasbourg.
Meski begitu, dengan pengalamannya di lingkungan multi-klub BlueCo, Rosenior diyakini tidak datang tanpa gambaran jelas soal apa yang ingin ia bangun.
Jika menilik rekam jejaknya di Prancis, kedatangan Rosenior berpotensi membawa perubahan taktik yang cukup signifikan di Chelsea. Lalu, seperti apa kira-kira wajah The Blues di bawah pelatih asal Inggris tersebut?
Formasi Favorit Liam Rosenior
Melansir Sports Illustrated, di atas kertas, Rosenior dikenal menyukai formasi dasar 3-4-2-1. Namun seperti banyak pelatih modern, sistem ini sangat cair dan bisa berubah tergantung fase permainan.
Saat menyerang, bentuknya kerap berkembang menjadi 3-2-5, sementara ketika bertahan timnya bisa turun ke 4-3-3 atau 4-2-3-1.
Pendekatan Rosenior menekankan pressing tinggi dengan intensitas lari yang konstan. Timnya dituntut agresif untuk memaksa kesalahan lawan dan memanfaatkan momen transisi secepat mungkin. Filosofi ini sempat ia jelaskan secara gamblang saat melatih Strasbourg.
“Filosofinya adalah merebut bola secepat mungkin, menetralisir penguasaan bola lawan, dan mendominasi semaksimal mungkin di lapangan,” ujar Rosenior kepada media Ligue 1.
Dalam membangun serangan, tim Rosenior jarang mengandalkan bola panjang. Ia lebih memilih rangkaian umpan pendek dan cepat yang dimulai dari lini belakang, bahkan melibatkan kiper sebagai bagian dari fase pertama build-up.
Ketika bola sudah masuk ke area lawan, Strasbourg tidak menggunakan winger murni, melainkan mengandalkan bek sayap dan gelandang serang tengah. Pendekatan ini berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi Chelsea yang memiliki banyak pemain sayap bernilai mahal.
Meski demikian, Rosenior juga dikenal cukup pragmatis. Ia berulang kali menegaskan keinginannya untuk menyesuaikan sistem dengan pemain yang tersedia, bukan memaksakan filosofi secara kaku. Artinya, kejutan taktik tetap sangat mungkin terjadi.
Prediksi Susunan Pemain Chelsea di Era Rosenior
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
