Mimpi juara kembali pupus, Mohamed Salah dan Mesir harus puas finis di posisi keempat Piala Afrika 2025. (Tuko)
JawaPos.com- Timnas Mesir harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Afrika 2025 dengan rasa pahit setelah finis di posisi keempat. Mohamed Salah dan kawan-kawan gagal meraih tempat ketiga usai kalah dramatis dari Nigeria lewat adu penalti pada laga perebutan peringkat ketiga yang digelar di Stadion Mohamed V, Casablanca, Sabtu (17/1) malam waktu setempat.
Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir tanpa gol selama 90 menit. Sesuai regulasi, laga langsung dilanjutkan ke babak adu penalti tanpa perpanjangan waktu. Dalam momen krusial itu, kiper Nigeria Stanley Nwabali tampil sebagai pahlawan dengan menggagalkan dua penalti awal Mesir yang dilepaskan oleh dua bintang utama mereka, Mohamed Salah dan Omar Marmoush.
Ademola Lookman kemudian memastikan kemenangan Nigeria setelah mengeksekusi penalti penentuan. Kekalahan ini menjadi pukulan emosional bagi Salah, yang kembali harus mengubur mimpinya mengangkat trofi Piala Afrika.
Kisah pahit itu terasa semakin menyakitkan karena Salah kembali dihantui oleh Sadio Mane. Seperti yang terjadi di edisi-edisi sebelumnya, rival lamanya itu kembali menjadi bagian dari cerita kegagalan Mesir, setelah Senegal menyingkirkan mereka di semifinal.
Bagi Salah secara pribadi, ini bukan pengalaman baru. Ia telah dua kali mencapai final Piala Afrika dan selalu berakhir sebagai runner-up. Kesempatan menebus kegagalan itu kembali sirna, dan Mesir harus puas di posisi keempat pada turnamen kali ini.
Meski demikian, secara finansial Mesir tetap membawa pulang keuntungan besar. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memastikan Mesir menerima hadiah uang sebesar USD 2,5 juta alias jumlah yang setara dengan sekitar Rp 40 miliar sebagai semifinalis. Nilai tersebut sama dengan yang diterima Nigeria.
Hadiah Piala Afrika 2025 sendiri mengalami peningkatan signifikan. Juara turnamen akan mengantongi USD 10 juta, sementara runner-up membawa pulang USD 4 juta. Tim perempat final, 16 besar, hingga peringkat ketiga terbaik di fase grup juga tetap mendapatkan hadiah uang dengan nominal berjenjang.
Selain uang, Mesir juga akan menerima penghargaan administratif berupa diploma resmi dari CAF, sebagaimana tercantum dalam regulasi turnamen Piala Afrika.
Sementara itu, Mohamed Salah kini bersiap kembali ke Liverpool dengan situasi klub yang belum sepenuhnya tenang. Penyerang berusia 32 tahun itu meninggalkan Inggris dengan atmosfer yang kurang kondusif setelah melontarkan pernyataan keras usai hasil imbang kontra Leeds United pada Desember lalu.
Salah sempat menuding klub tidak melindunginya di tengah performa tim yang menurun. Ia bahkan dicadangkan pada laga berikutnya sebelum kembali dimainkan pada pertandingan terakhirnya bersama Liverpool jelang keberangkatan ke Maroko.
Liverpool saat ini berada di peringkat keempat klasemen Liga Inggris dengan koleksi 36 poin. Dengan berakhirnya Piala Afrika, perhatian kini tertuju pada bagaimana kelanjutan peran Salah di Anfield, apakah ia akan kembali menjadi tumpuan utama atau justru menghadapi babak baru penuh tantangan dalam kariernya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
