
Eddie Howe tanggapi hasil daftar klub terkaya versi Deloitte. (@NUFC/X).
JawaPos.com - Menjelang laga kontra Aston Villa, pelatih Newcastle United Eddie Howe membuat sebuah pernyataan terkait daftar tim terkaya versi Deloitte. Howe mengungkapkan bahwa sepak bola sejati dimainkan di atas rumput hijau, bukan di atas kertas laporan keuangan.
Eddie Howe menekankan bahwa meskipun faktor finansial sering dianggap sebagai penentu posisi klasemen, dirinya tetap memegang teguh prinsip bahwa kerja keras di lapangan mampu mematahkan anggapan bahwa hanya tim bermodal besar yang dapat juara.
Pertandingan yang digelar di St James Park pada hari Minggu (25/1) malam akan mempertemukan dua tim yang tengah naik daun.
Aston Villa saat ini bertengger di posisi ketiga klasemen sementara, sedangkan Newcastle United terus berupaya merangsek masuk ke zona kompetisi Eropa.
Howe tidak menampik adanya pengaruh aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) yang membatasi ruang gerak transfer klub. Namun, pelatih berusia 46 tahun itu menolak menjadikan aturan PSR sebagai alasan untuk menyerah pada keadaan.
"Saya tidak pernah percaya bahwa keuangan harus dan bisa mendikte tabel liga, meskipun semua orang akan mengatakan kepada saya bahwa tim dengan tagihan gaji tertinggi pada akhirnya akan finis di posisi atas," ujar Howe dikutip dari laporan ESPN.
Menurut Howe, Newcastle harus memiliki cara berpikir yang berbeda untuk merusak status quo yang selama ini didominasi tim-tim kaya.
Data terbaru dari Deloitte Football Money League menunjukkan kesenjangan pendapatan antarklub Liga Inggris. Klub-klub seperti Liverpool, Manchester City, dan Arsenal mendominasi daftar 10 besar dunia.
Sementara itu, Aston Villa berada di peringkat ke-14 dan Newcastle United di peringkat ke-17.
Meski menyadari bahwa membangun pendapatan klub sangat penting untuk masa depan jangka panjang, Howe lebih memilih fokus pada apa yang bisa kendalikannya saat ini, yaitu performa pemain.
Howe menegaskan bahwa setiap anggota skuad harus mampu mengoptimalkan energi dan usaha untuk melampaui keterbatasan sumber daya yang ada.
“Kita harus mencoba melampaui ekspektasi. Kita harus memeras setiap tetes energi dan upaya dari skuad yang ada saat ini. Kami yakin masih bisa meraih hal-hal besar, tidak peduli apa pun batasan finansial yang ada,” tambah sang pelatih.
Bagi Howe, fokus utama tetaplah memenangkan pertandingan satu demi satu. Dengan semangat untuk mengatasi sumber daya, Newcastle berambisi finis di posisi setinggi mungkin dan membuktikan bahwa strategi yang tepat jauh lebih berharga daripada sekadar belanja pemain mahal tanpa arah yang jelas.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
