Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Januari 2026, 17.44 WIB

FA Pantau Insiden Selebrasi Matheus Cunha usai Kemenangan Manchester United atas Arsenal

Matheus Cunha berpotensi mendapat sanksi FA usai selebrasi kontroversial setelah mencetak gol penentu kemenangan Manchester United atas Arsenal. (ig @manutd)

JawaPos.com–Penyerang Manchester United Matheus Cunha berpotensi menghadapi sanksi larangan bermain setelah meluapkan emosinya usai mencetak gol penentu kemenangan 3-2 atas Arsenal di Liga Premier. 

Selebrasi sang pemain kini menjadi sorotan, meski golnya menjadi momen krusial yang memastikan tiga poin bagi Manchester United. Matheus Cunha masuk dari bangku cadangan dan kembali menempatkan tim asuhan Michael Carrick dalam posisi unggul di kendang Arsenal

Setelah Mikel Merino menyamakan skor menjadi 2-2, Matheus Cunha mencetak gol penentu Manchester United lewat sepakan melengkung ke sudut bawah gawang Arsenal, memaksimalkan kerja sama apik Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo.

Masalah muncul setelah gol tersebut. Saat berlari ke arah sudut lapangan tempat para pendukung Manchester United berada, Matheus Cunha terlihat meraih kamera televisi dan meneriakkan sesuatu langsung ke arah lensa. 

Meski tidak sepenuhnya jelas apa yang diucapkan, selebrasi itu diduga mengandung kata-kata kasar yang tertangkap siaran langsung. Melansir Manchester Evening News, komentator Sky Sports Peter Drury bahkan harus menyampaikan permintaan maaf di tengah siaran. 

”Jika Anda mendengar kata-kata kasar di tengah perayaan, untuk itu kami mohon maaf,” kata Peter Drury.

Berdasar peraturan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), bahasa dan/atau gestur yang menyinggung, menghina, atau kasar dapat berujung pada hukuman pengusiran. Aturan yang sama juga memberi kewenangan kepada FA untuk menjatuhkan sanksi secara retrospektif apabila insiden tersebut terekam kamera dan disiarkan ke publik.

Mengumpat langsung ke lensa kamera bisa dianggap sebagai pelanggaran yang jelas dan disengaja, serta dinilai mencoreng citra olahraga. Bila FA menilai selebrasi Cunha memenuhi kriteria tersebut, bukan tidak mungkin sang penyerang akan menghadapi hukuman larangan bermain.

Pernah Terjadi pada Wayne Rooney

Kasus serupa pernah terjadi pada 2011, ketika Wayne Rooney dijatuhi larangan bermain dua pertandingan setelah mengumpat ke arah kamera saat laga melawan West Ham United. Insiden itu terjadi dalam kemenangan 4-2 di Upton Park dan berujung pada sanksi tegas dari FA.

Selain larangan bermain, Rooney juga didakwa atas penggunaan bahasa yang menyinggung, menghina, dan/atau kasar meski saat itu dia baru saja mencetak hattrick. Dalam pernyataan resmi, Rooney mengungkapkan kekecewaannya.

”Saya sangat kecewa karena harus absen dalam dua pertandingan, salah satunya adalah semifinal Piala FA di Wembley. Saya bukan pemain pertama yang mengucapkan kata-kata kasar di televisi dan saya juga bukan yang terakhir,” ungkap dia.

”Tidak seperti orang lain yang tertangkap mengucapkan kata-kata kasar di depan kamera, saya langsung meminta maaf. Namun, saya adalah satu-satunya orang yang di-banned karena mengucapkan kata-kata kasar. Itu tidak adil,” tutur dia.

”Bagaimanapun, saya harus menerima bahwa apa yang telah terjadi telah terjadi dan melanjutkan hidup. Itulah yang ingin saya lakukan,” tandas Rooney.

Kini, semua mata tertuju pada keputusan FA terkait insiden Matheus Cunha. Golnya memang membawa kemenangan besar bagi Manchester United, tetapi luapan emosinya di depan kamera bisa saja meninggalkan konsekuensi yang tak ringan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore