Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 12.54 WIB

Eks Pelatih Timnas Spanyol Robert Moreno Dituduh Pakai ChatGPT, Ini Klarifikasinya!

Robert Moreno beri klarifikasi atas tuduhan penggunaan AI untuk racik taktik. (Instagram @robertmoreno) - Image

Robert Moreno beri klarifikasi atas tuduhan penggunaan AI untuk racik taktik. (Instagram @robertmoreno)

JawaPos.com–Eks pelatih Timnas Spanyol Robert Moreno menjadi viral. Saat menakhodai FC Sochi (Rusia), dia dituduh terlalu bergantung pada kecerdasan buatan (AI) ChatGPT dalam mengambil keputusan penting di lapangan.

Namun, kabar itu disanggah Moreno melalui pernyataan resmi yang berbanding terbalik dengan klaim mantan rekan kepelatihannya.

Informasi itu awalnya mencuat dari pernyataan mantan Direktur Olahraga FC Sochi Andrei Orlov. Dilansir dari Daily Mail (26/1), Orlov menuding Moreno telah kehilangan akal sehat karena menelan mentah-mentah saran dari ChatGPT.

Salah satu insiden yang paling menarik perhatian Adalah rencana perjalanan tim ke Khabarovsk pada Maret 2025. Orlov mengklaim bahwa Moreno mempresentasikan jadwal yang dibuat AI, di mana para pemain dilarang tidur selama 28 jam agar sesuai dengan parameter perjalanan.

Tidak hanya itu, para pemain disebut merasa tidak puas karena dipaksa bangun pukul lima pagi untuk menjalani latihan pada pukul tujuh pagi. ”Para pemain tidak mengerti mengapa kami harus bangun jam lima pagi untuk berlatih pada jam tujuh,” kata Orlov.

Kebijakan transfer klub bahkan disebut-sebut juga dipengaruhi AI. Moreno diduga merekrut striker Artur Shushenachev berdasar rekomendasi algoritma ChatGPT, meski akhirnya sang pemain gagal mencetak gol dalam 10 laga dan dijual kembali.

”Pada akhirnya, kelompok pemain inti asal Rusia sangat tidak senang dengan Moreno, dan para pemain asing pun tidak lagi memercayai ide-idenya,” kata Orlov.

Menanggapi isu yang beredar luas, Robert Moreno akhirnya angkat bicara untuk memulihkan nama baiknya. Dilansir dari Diario AS (26/1), pelatih berusia 48 tahun itu dengan tegas membantah semua tuduhan Orlov dan menyebutnya sebagai informasi bohong yang didasari sentimen pribadi.

Moreno menjelaskan, hubungannya dengan Orlov memang sudah memburuk akibat perbedaan pandangan sebelum sang direktur meninggalkan klub.

”Saya tidak pernah menggunakan ChatGPT atau AI apa pun untuk menyiapkan pertandingan, menyusun line up, atau memilih pemain. Itu sepenuhnya salah," tegas Moreno.

Terkait penggunaan ChatGPT, Moreno memberikan klarifikasi. Moreno mengaku memang menggunakan aplikasi itu hanya sebatas alat bantu penerjemah bahasa dari Spanyol ke Rusia. Sebab, sang pelatih belum menguasai bahasa setempat.

Menurut Moreno, hal itu murni untuk komunikasi teknis, bukan pengambilan keputusan taktis.

”Dalam beberapa kesempatan langka, saya menggunakannya untuk menerjemahkan bahasa Rusia ke Spanyol, bahasa yang belum saya kuasai. Namun, hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan keputusan olahraga,” jelas Moreno.

Mengenai perekrutan Shushenachev yang dianggap gagal, Moreno menyatakan, pemilihan pemain itu merupakan hasil kerja kolektif departemen pemandu bakat (scouting) dan staf medis klub, bukan perintah AI.

”Perekrutan yang mereka maksud merupakan proses klub yang telah disepakati direktur olahraga dan seluruh staf medis. Pemain itu sempat mencetak gol di piala domestik, tetapi mengalami cedera yang mengganggu konsistensi bermain, sebagaimana yang bisa terjadi di klub mana pun,” jelas Moreno.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore