Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Februari 2026, 17.29 WIB

Kronologi Lengkap Insiden Petasan Emil Audero: Presiden Inter Beppe Marotta Kutuk Keras Pelaku

Momen Emil Audero dilempar petasan oleh suporter Inter Milan. (@FOXSoccer/X) - Image

Momen Emil Audero dilempar petasan oleh suporter Inter Milan. (@FOXSoccer/X)

JawaPos.com-Laga Serie A Italia antara Cremonese dan Inter Milan diwarnai insiden membahayakan. Sebuah petasan yang dilempar dari tribun pendukung Inter Milan mengenai kiper Cremonese Emil Audero.

Pertandingan sempat dihentikan sementara. Meski mengalami cedera, Penajag gawang Timnas Indonesia Emil Audero memilih untuk melanjutkan pertandingan hingga usai.

Insiden tidak terpuji terjadi pada pertandingan Cremonese vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Cremona, Senin (2/2). Dilansir dari La Gazzetta dello Sport, peristiwa itu terjadi pada awal babak kedua, tepatnya sekitar menit ke-49 saat Inter Milan memimpin 2-0.

Saat pertandingan baru kembali berjalan, sebuah petasan dilempar dari sektor suporter Inter Milan ke arah area pertahanan Cremonese. Petasan itu meledak di dekat Emil Audero yang saat itu tengah mengamati jalannya serangan awal Inter. Ledakan keras membuat Audero terjatuh dan memegangi telinga bagian kanan, sedangkan pahanya juga mengalami luka akibat serpihan ledakan. 

Kondisi itu langsung memicu kepanikan di dalam stadion. Sejumlah pemain Inter seperti Lautaro Martinez, Alessandro Bastoni, hingga Federico Dimarco, segera menghampiri area penalti Cremonese. Pelatih Inter Cristian Chivu juga turun dari bangku cadangan untuk menenangkan situasi.

Tim medis Cremonese langsung memberikan penanganan. Audero sempat mengeluhkan gangguan pendengaran akibat efek ledakan.

Meskipun demikian, kiper berdarah Indonesia itu menolak untuk diganti dan pilih melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir ditiup. Keputusan Audero dinilai krusial karena ikut memastikan laga tetap berjalan normal tanpa intervensi administratif. 

Berkat sikap profesional Audero, hasil pertandingan tetap disahkan. Inter Milan keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0 atas Cremonese.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, jika insiden itu memaksa pergantian pemain atau penghentian laga permanen, Inter Milan berpotensi menghadapi konsekuensi lebih berat, termasuk kekalahan administratif.

Pihak kepolisian pun bergerak cepat dan berhasil mengidentifikasi pelaku pelemparan petasan. Ironisnya, pelaku justru mengalami cedera serius akibat petasan yang dilemparnya sendiri.

Pelaku dikabarkan kehilangan tiga jari dan harus dilarikan ke rumah sakit. Meskipun demikian, proses hukum dipastikan tetap berjalan. 

Presiden Inter Milan Beppe Marotta pun mengutuk keras insiden itu. “Ini adalah tindakan bodoh, situasi yang belum pernah saya alami sepanjang karir. Sebuah tindakan yang sangat tidak sportif,” ujar Marotta dikutip dari Gazetta.

Marotta juga memberikan apresiasi terhadap sikap profesional Audero yang membuat pertandingan dapat diselesaikan dengan profesional. 

“Kami mengutuk keras tindakan ini dan mengucapkan terima kasih atas profesionalisme Audero karena pertandingan bisa diselesaikan,” kata Marotta. 

Berdasar regulasi, Inter Milan berpotensi menerima sanksi denda besar atas insiden tersebut. Selain itu, federasi berpotensi menjatuhkan hukuman penutupan Curva Nord di San Siro untuk satu atau beberapa pertandingan ke depan. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore