Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Februari 2026, 00.50 WIB

Ronaldo vs Messi: Perdebatan Tak Berujung di Dunia Sepak Bola

Jose Mourinho bersama Cristiano Ronaldo di Real Madrid. (ig @negotiator_1) - Image

Jose Mourinho bersama Cristiano Ronaldo di Real Madrid. (ig @negotiator_1)

JawaPos.com-Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi telah membelah dunia sepak bola menjadi dua kubu sejak pertengahan 2000-an. Hingga kini, diskusi siapa yang terbaik masih terus hidup, meski keduanya sudah berada di fase akhir karir.

Baru-baru ini, Cristiano Ronaldo kembali memantik perbincangan tersebut dengan menyukai sebuah unggahan lama di media sosial yang menampilkan Jose Mourinho. Dalam video itu, Jose Mourinho secara terang-terangan memuji Ronaldo dan menyiratkan bahwa sang penyerang Portugal lebih hebat dibanding Lionel Messi.

Rivalitas Ronaldo dan Messi sendiri mencapai puncaknya saat Ronaldo meninggalkan Manchester United untuk bergabung dengan Real Madrid pada 2009. Sementara Messi tetap menjadi ikon utama Barcelona.

Ronaldo dan Messi mendominasi La Liga, bersaing dalam perburuan sepatu emas, dan saling menyalip dalam perolehan Ballon d'Or. Ronaldo mengoleksi lima trofi, sementara Messi mencatat rekor delapan gelar.

Kini, usia tak lagi muda. Ronaldo yang sudah menginjak 40 tahun masih aktif mencetak gol bersama Al-Nassr dan memburu target 1.000 gol.

Di sisi lain, Messi yang berusia 38 tahun sukses menambah koleksi trofi dengan menjuarai MLS bersama Inter Miami. Meski begitu, perdebatan soal siapa yang lebih hebat tak juga mereda.

Pandangan Mourinho

Melansir Mirror, video yang disukai Ronaldo tersebut berasal dari 2012, ketika Mourinho masih melatihnya di Real Madrid. Dalam klip itu, Mourinho menjelaskan mengapa menjadi Cristiano Ronaldo jauh lebih sulit dibanding menjadi Lionel Messi.

"Saya tetap mengatakan bahwa menjadi Cristiano jauh lebih sulit daripada menjadi Messi. Messi tumbuh di tim tempat dia bermain, bersama rekan-rekan setimnya,” ujar pelatih yang dijuluki The Special One tersebut.

“Cristiano tiba di Inggris di tim raksasa yang sedang krisis, yang hanya terus kalah. Dia harus berkembang selama dua tahun terakhir bersama tim yang masih dalam tahap pembangunan ini," imbuh dia.

Mourinho kemudian membedah perbedaan peran keduanya di lapangan, yang menurutnya sering diabaikan dalam perbandingan statistik semata.

"Messi bermain sebagai penyerang tengah (nomor 9) di area sekitar 50 meter persegi, lebih dekat ke gawang dan dengan tugas bertahan yang lebih sedikit. Cristiano, di sisi lain, adalah pemain sayap. Bagaimana mungkin seorang pemain sayap mencetak gol sebanyak seorang penyerang tengah?" tutur Jose Mourinho.

Tak berhenti di situ, Mourinho menekankan kontribusi defensif Ronaldo yang jarang disorot.

"Seorang pemain sayap yang juga bertahan, yang mengakhiri pertandingan di menit ke-94 dengan berlari mengejar Pedro dalam situasi mencetak gol,” terang Jose Mourinho.

“Seorang pemain sayap yang, dalam situasi bola mati, mencapai area pertahanannya sendiri sebanyak 20 kali karena dia sangat penting bagi pertahanan. Seorang pemain yang tidak dilindungi oleh apa pun atau siapa pun... Menjadi Cristiano jauh, jauh lebih sulit, ayo berhenti bercanda," ucap dia.

Perdebatan yang Tak Pernah Usai

Pandangan Mourinho ini jelas memihak Ronaldo, sesuatu yang bisa dimaklumi mengingat hubungan profesional dan kebangsaan mereka. Namun menariknya, dalam beberapa tahun terakhir, Mourinho justru enggan lagi membandingkan Messi dan Ronaldo secara langsung.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore