Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Februari 2026, 21.40 WIB

Bertengkar dengan Mikel Arteta, Martin Odegaard Mungkin Akan Dijual Arsenal

Martin Odegaard (Instagram.com/arsenalfc)

JawaPos.com - Arsenal terus melaju kencang di puncak klasemen liga. Kemenangan meyakinkan atas Sunderland membuat keunggulan mereka melebar menjadi sembilan poin, sebuah margin yang memberi napas lega di tengah jadwal padat dan badai cedera pemain inti.

Menariknya, kemenangan tersebut diraih tanpa kehadiran beberapa nama besar. Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Gabriel Martinelli semuanya absen dari susunan pemain. Namun, absennya para pilar itu sama sekali tidak mengurangi efektivitas permainan tim.

Gol dari Martin Zubimendi dan Viktor Gyokeres memastikan kemenangan nyaman di Stadion Emirates. Arsenal tampil dominan dan dewasa, seolah ingin menunjukkan bahwa mereka bukan lagi tim yang bergantung pada satu atau dua sosok saja.

Kedalaman skuad menjadi sorotan utama. Kai Havertz dipercaya mengisi peran nomor sepuluh dan tampil solid, bahkan mencatatkan assist untuk gol Gyokeres di babak kedua. 

Ia terlihat nyaman menjadi penghubung lini tengah dan depan, peran yang tampaknya cocok dengan karakter permainannya.

Di bangku cadangan, Arsenal masih memiliki banyak opsi berkualitas. Eberechi Eze masuk menggantikan Havertz, sementara lini depan tetap diisi pemain-pemain yang mampu menjaga intensitas hingga akhir laga. Semua itu mempertegas satu hal: Arsenal punya banyak jalan untuk menang.

Di tengah performa kolektif yang impresif ini, masa depan Martin Odegaard justru mulai dipertanyakan. Sang kapten kembali absen karena cedera, dan belakangan namanya ramai dikaitkan dengan potensi kepindahan pada musim panas mendatang.

Odegaard sendiri pernah dipuji sebagai pemain “kelas dunia”, namun dalam beberapa musim terakhir ia dinilai kesulitan menjaga konsistensi. Kontribusi angka dari perannya sebagai kreator utama tak selalu sebanding dengan ekspektasi, terutama untuk tim yang menargetkan gelar.

Melansir Give Me Sport, disebutkan bahwa terjadi ketegangan antara Odegaard dan Mikel Arteta. Jika benar terjadi perbedaan pandangan antara pemain dan pelatih, Arsenal tampaknya tak akan ragu mengambil keputusan besar. Terlebih, tim terbukti mampu tampil solid tanpa kehadiran sang kapten.

Dengan gaya bermain yang cenderung lebih tenang dan pasif, Odegaard kerap dinilai kurang memberi dampak langsung dalam laga-laga besar. Dalam skuad yang kini menuntut intensitas tinggi dan agresivitas, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan serius.

Arsenal sendiri berada dalam posisi kuat. Finansial stabil, kedalaman skuad melimpah, dan banyak pemain muda siap diberi kesempatan. Dalam situasi seperti ini, melepas pemain bintang dengan nilai transfer besar justru bisa menjadi langkah logis, bukan perjudian.

Jika tawaran yang tepat datang, kepergian Odegaard tak lagi terdengar mustahil.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore